BOKEP UPDATE SETIAP HARI | AGEN POKER TERBAIK POKER899

POKER899.VIP AGEN POKER ONLINE TERBAIK DAN TERBESAR

DAFTAR DAN GABUNG DI SITUS POKER ONLINE TERBESAR INDONESIA SEKARANG JUGA !

FILM BOKEP JEPANG JAV FULL MOVIE TERBARU!!!A

BUAT YANG INGIN MELEPASKAN HASRAT LANGSUNG KLIK !!!!

AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA

AYO GABUNG DAN DAPATKAN BONUS DAN JACKPOTNYA SEKARANG !!!

POKER ONLINE TERBAIK DAN TERPERCAYA

LANGSUNG MENJADI BOS DAN MULAI KEKAYAANMU SEKARANG !!!!

VIDEO BOKEP BARAT JEPANG DAN NGENTOT TERBAIK

UNTUK YANG SUKA COLI DIMANA SAJA KLIK YAA !!!!!

AGEN POKER TERBAIK INDONESIA

Cerita Sex - ANTARA AKU DAN GURU MATEMATIKAKU

-AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA    Pagi itu, sinar matahari belum mampu mengusir embun putih yang menyelimuti sebuah villa mewah di kawasan Puncak Pass. Beberapa gerombol embun masih terlihat melayang-layang tertiup angin. Pucuk-pucuk pinus masih berwarna putih tertutupi embun pagi. Rumput di halaman villa masih basah.

Di dalam bathtub yang berisi air hangat, Theo dan Debby duduk berendam sambil berpelukan mesra. Gadis itu duduk di atas paha Theo. Telapak tangannya mengusap-usap menyabuni punggung guru matematikanya itu, dan ia pun merasakan tangan lelaki itu menyabuni punggungnya.
-AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA     Pelukan mereka sangat erat hingga dada mereka saling menekan satu sama lain. Sesekali Debby menahan nafas ketika menggeliatkan badannya. Dadanya yang menggeliat menyebabkan puting buah dadanya mengalirkan birahi ke sekujur tubuhnya. Puting itu semakin mengeras setelah beberapa kali bergesekan dengan dada Theo yang licin dipenuhi buih-buih sabun.
Pangkal pahanya yang terendam air hangat terasa membakar birahi ketika batang kemaluan lelaki itu menyentuh vagina sempit nya. Debby menggerak-gerakkan telapak tangannya dari punggung hingga ke leher Theo. Sambil menyabuni, ditariknya tengkuk lelaki itu.
“Debby sangat mencintai Theo,” bisiknya.
Theo mengusap-usap bahu gadis itu dengan busa sabun yang berlimpah. Busa dan buih-buih berbentuk bola-bola kecil meleleh ke bagian atas dada dan punggung Debby. Lalu ditatapnya wajah yang cantik itu. Wajah yang terlihat semakin menarik karena buih-buih sabun memenuhi lehernya yang jenjang. Disibaknya rambut gadis itu ke belakang. Busa dan bola-bola kecil ikut menempel di rambut gadis itu, kemudian bola-bola itu meletus. Menawan. Sangat cantik dan mempesona, bisik hati Theo.
Mungkinkah aku jatuh cinta untuk yang kedua kalinya?, tanya Theo dalam hati. Jatuh cinta terhadap seorang murid yang masih belia dan nakal? Mengapa? Mengapa..? Apakah karena sensasi dan kemanjaan yang diciptakannya? Ah.., gumam Theo sambil menarik nafas panjang.
Lalu dikecupnya anak rambut di kening gadis itu.
Ia tak mampu memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk di benaknya. Tingkah laku Debby yang lembut dan kadang-kadang liar telah melumpuhkan nalarnya. Ia tak mampu berpikir ketika luapan birahi membakar tubuhnya.
“Theo juga sangat mencintai Debby. Sebelumnya tak pernah Theo rasakan nikmatnya terbakar birahi seperti saat ini..” ujar Theo.
Bola mata mereka saling menatap seolah ingin menjenguk isi hati masing-masing. Lalu Theo menarik tubuh gadis itu agar lebih erat menempel ke tubuhnya. Disabuninya punggung gadis itu dengan kedua telapak tangannya. Sambil mengusap-usapkan busa sabun, telapak tangannya terus menyusur hingga tenggelam ke dalam air. Diusap-usapnya bongkah pantat gadis itu.
Sejenak, ia menahan nafas ketika meremas bongkah pantat yang masih kenyal itu. Karena gadis itu duduk di atas pahanya, bongkah pantat itu terasa lebih kenyal daripada biasanya. Batang kemaluan Theo semakin keras ketika bersentuhan dengan vagina sempit gadis itu.
Ia dapat merasakan kelembutan bibir luar vagina gadis itu ketika bergesekan dengan bagian bawah batang kemaluannya. Dan dengan usapan lembut, telapak tangannya terus menyusuri lipatan bongkah pantat yang kenyal itu. Ia dapat merasakan lubang dubur Debby di jari tengahnya. Diusap-usapnya beberapa kali hingga ujung jarinya merasakan kehalusan lipatan daging antara dubur dan vagina.
“Theoo.., Theo nakal!” desah Debby sambil menggeliat mengangkat pinggulnya.
Walau tengkuknya basah, Debby merasa bulu roma di tengkuknya meremang akibat nikmat dan geli yang mengalir dari vaginanya. Ia menggeliatkan pinggulnya. Geliat itu menyebabkan telapak tangan Theo semakin bebas mengusap-usap. Membelai. Ia mengecup leher Theo berulang kali ketika merasakan ujung jari Theo menyentuh bagian bawah bibir vaginanya.
Tak lama kemudian, telapak tangan itu semakin jauh menyusur hingga akhirnya ia merasakan lipatan bibir luar vaginanya diusap-usap. Debby berulang kali mengecup leher Theo. Kecupan panas dan liar sebagai ungkapan luapan birahi yang mendera tubuhnya. Sesekali lidahnya menjilat, sesekali menggigit dengan gemas. Ia dapat merasakan lendir birahi yang semakin banyak bermuara di vaginanya.
Karena vaginanya terendam dalam air, usapan-usapan di dinding dan bibir dalam vaginanya terasa menjadi kesat. Setiap kali mengusap, lendir di vaginanya langsung larut ke dalam air. Ujung jari itu menjadi terasa lebih kasar daripada biasanya.
Membakar birahi untuk mengalirkan kadar kenikmatan yang lebih tinggi daripada biasanya. Kenikmatannya hampir setara dengan liarnya lidah Theo yang menari-nari di antara lipatan bibir vaginanya ketika mencumbu vaginanya di balkon villa. Ia terpaksa menahan nafas untuk mengendalikan kenikmatan yang ia rasakan di sekujur tubuhnya.
“Aarrgghh.. Sstt.. Sstt..” rintihnya berulang kali.
Lalu ia bangkit dari pangkuan lelaki itu. Ia tak ingin mencapai orgasme hanya karena usapan-usapan jari yang terasa kesat di lubang vagina sempit nya. Tapi ketika berdiri, kedua lututnya terasa goyah. Rasa nikmat di vaginanya telah membuat dirinya seolah sedang melayang-layang. Lututnya seolah kehilangan sendi.
Dengan cepat Theo pun bangkit berdiri. Tangannya segera membalikkan tubuh gadis itu. Ia tak ingin gadis belia yang dicintainya itu terjatuh. Disangganya punggung gadis itu dengan dadanya. Lalu dituangnya kembali cairan sabun ke telapak tangannya.
Dan diusap-usapkannya cairan sabun itu di perut gadis belia itu. Ketika menggerakkan telapak tangannya ke arah atas, busa sabun terdorong dan menggumpal di antara jari jempol dan telunjuknya. Dan ketika buih-buih itu terbentur pada lekukan bawah buah dada gadis itu, ia meremasnya dengan lembut.
Kedua buah dada yang kenyal itu terasa licin dan sangat halus. Telapak tangannya terus bergerak ke atas. Ia sengaja membuka jari jempol dan telunjuknya agar puting buah dada yang masih kecil itu terjepit di jarinya. Sejenak, puting yang terjepit itu diremas-remasnya dengan lembut. Puting kiri dan kanan diremasnya bersamaan. Dilepas. Diremas kembali. Lalu telapak tangannya mengusap semakin ke atas dan berhenti di leher jenjang gadis belia itu.
“Theo, aargh.., lama amat menyabuninya, aarrgghh..” rintih Debby sambil menggeliatkan pinggulnya.
Ia merasakan batang kemaluan Theo semakin keras dan besar. Hal itu dapat ia rasakan karena batang kemaluan itu semakin dalam terselip di antara lipatan bongkah pantatnya. Lalu ia mendongakkan kepala sambil menoleh ke belakang.
Diangkatnya tangan kanannya untuk menarik leher lelaki itu, lalu diciumnya dengan mesra. Lidahnya menjulur dan bergerak-gerak liar untuk memilin-milin lidah Theo. Tangannya kirinya meluncur ke bawah, lalu meremas biji kemaluan lelaki itu dengan gemas.
Theo menggerakkan telapak kanannya ke arah pangkal paha Debby. Sesaat ia mengusap-usap bulu-bulu ikal di bagian atas vagina gadis itu. Menikmati bulu-bulu yang masih pendek dan halus itu di ujung jari-jarinya. Lalu telapak tangannya meluncur ke bawah. Diusapnya vagina sempit itu berulang kali. Vagina yang baru kira-kira 7 jam yang lalu selaput perawannya dipasrahkan untuk dilewati oleh cendawan batang kemaluannya.
Jari tengahnya terselip di antara kedua bibir luar vagina itu. Diusapnya berulang kali. Telapak tangannya yang dipenuhi buih-buih sabun membuat bibir vagina dan pangkal paha itu menjadi sangat licin. Klitoris itu seolah bergerak menggeliat-geliat ketika ia mengusapkan telapak tangannya. Klitoris yang semakin keras dan licin karena lendir dan buih-buih sabun.
“Aarrgghh..!” rintih Debby ketika merasakan batang kemaluan lelaki itu semakin kuat menekan lipatan bongkah pantatnya.
Ia merasakan lendir birahinya membanjiri vaginanya. Lendir itu pasti bercampur dengan busa sabun, pikirnya. Lalu ia berjongkok agar vaginanya terendam ke dalam air. Dibersihkannya celah di antara bibir vaginanya dengan cara mengusap-usapkan dua buah jarinya.
Ketika menengadah, ia melihat batang kemaluan Theo telah berada persis di hadapannya. Batang kemaluan itu telah membengkak dan terlihat mengangguk-angguk. Ada setetes lendir menghiasi ujung batang kemaluan itu. Persis di bagian tengah cendawan yang berwarna kecokelat-cokelatan itu. Indah sekali, gumamnya. Lalu ditatapnya warna kemerah-merahan di lekukan antara cendawan dan batang kemaluan itu. Bola matanya berbinar-binar mengamati lekukan yang indah itu.
Setelah puas mengamati, diremasnya batang kemaluan itu dengan lembut. Lalu diarahkan ke mulutnya. Dikecupnya bagian ujung cendawan itu. Terdengar bunyi ‘cep’ ketika ia melepaskan kecupannya. Setetes lendir yang menghiasi ujung cendawan itu berpindah ke bagian dalam celah kedua bibirnya. Sejenak, matanya terlihat setengah terpejam ketika ujung lidah dan kedua bibirnya mencicipi lendir itu.
Tubuh Theo bergetar menahan nikmat ketika ia melihat lidah dan bibir Debby bergerak-gerak mencicipi lendirnya. Dicicipinya dengan penuh perasaan! Erotis sekali! Batang kemaluannya menjadi semakin keras. Berdiri tegak! Ia meraih bahu gadis itu karena tak sanggup lagi mengendalikan tekanan darah yang memenuhi urat-urat di batang kemaluannya.
Setelah berdiri, Debby merasakan telapak tangan Theo mengangkat paha kirinya. Sambil mencium bibirnya, telapak tangan itu tetap menahan bagian belakang pahanya hingga akhirnya ia terpaksa melilitkan kakinya di pinggang lelaki itu. Ia masih berusaha mengatur keseimbangan tubuhnya ketika Theo menyelipkan cendawan kemaluannya ke celah di antara bibir vagina sempit nya. Karena tubuhnya masih belum seimbang, cendawan itu terlepas kembali.
Theo agak menekuk kedua lututnya ketika berusaha menyelipkan kembali cendawan kemaluannya. Ia sudah sangat ingin merasakan kembali vagina yang sempit itu meremas batang kemaluannya. Nafasnya mendengus-dengus tak teratur. Dengan terburu-buru, ia mendorong pinggulnya.
“Argh, aarrgghh.., Theo!” rintih Debby.
“Masih sakit?” tanya Theo.
“Sakit dikit..” jawab Debby.
Theo menarik batang kemaluannya perlahan-lahan, kemudian mendorongnya kembali perlahan-lahan pula. Sambil mendorong, ia menatap vagina sempit gadis itu. Pandangannya nanar seolah ada kabut yang menutupi bola matanya ketika ia melihat bibir luar vagina gadis itu ikut terdorong bersama batang kemaluannya. Ia masih menatap terpesona ketika perlahan-lahan menarik kembali batang kemaluannya. Bibir luar vagina itu merekah dan seolah sengaja memperlihatkan lipatan celah vagina yang berwarna pink!
“Masih sakit, Sayang?”
“Hmm!”
“Sakit?”
“Enaak.., Theo!”
Theo tersenyum. Dilumatnya bibir gadis itu sambil menghentakkan pinggulnya. Dengan cepat, batang kemaluannya menghunjam. Ia menghentikan hentakan pinggulnya dan berdiri kejang setelah merasakan mulut rahim gadis itu tersentuh oleh ujung cendawannya.
Lalu ditatapnya raut wajah murid yang dicintainya itu sekaligus dikaguminya! Selain cantik dan dan seksi, muridnya itu pun tak pernah bertanya atau membantah ketika ia menghunjamkan kemaluannya sambil berdiri. Murid yang patuh sekaligus mempunyai ide-ide liar yang sensasional dalam bercinta.
Mungkin muridku ini memang dikaruniai bakat bercinta, kata Theo dalam hati. Bakat untuk menaklukkan lelaki! Alangkah beruntungnya aku menjadi gurunya! Perlahan-lahan Theo menarik batang kemaluannya. Sebelah tangannya meremas bongkah pantat gadis itu dan yang sebelah lagi meremas dada.
“Aarrgghh..!” rintih Debby ketika merasakan batang kemaluan Theo kembali menghunjam vaginanya.
Ia terpaksa berjinjit karena batang kemaluan itu terasa seolah membelah vaginanya. Kedua tangannya dengan erat merangkul leher Theo. Ia ingin menggantung di leher lelaki itu. Lututnya terasa lemas menahan kenikmatan yang menjalari sekujur tubuhnya. Panasnya birahi membuat pori-pori di sekujur tubuhnya menjadi terbuka. Butir-butir keringat mulai merembes dari pori-porinya, bercampur dengan busa sabun yang masih tersisa di beberapa bagian tubuhnya.
Semakin sering ujung cendawan kemaluan lelaki itu menyentuh mulut rahimnya, semakin banyak pula keringat merembes di sekujur tubuhnya. Hingga akhirnya keringat itu terlihat mengkristal di kulitnya! Nafas Debby beberapa kali terhenti ketika Theo menarik dan menghunjamkan batang kemaluannya.
Menarik dan menghunjam dengan cepat hingga terdengar ‘cepak-cepak’ yang merdu setiap kali pangkal pahanya berbenturan dengan pangkal paha Theo. Dan setiap kali mendengar suara ‘cepak’ itu, darahnya seolah terasa berdesir hingga ke ubun-ubun.
“Aarrgghh.., aarrgghh.., Theoo!”
“Theoo.., Debby pipiis..!”
Rintihan itu membuat Theo semakin cepat menghentak-hentakkan pinggulnya. Keringat bercucuran dari dahinya. Ia berusaha menahan nafas untuk mengendalikan tekanan air mani yang ingin menyemprot dari lubang batang kemaluannya.
Tapi orgasme gadis belia yang sangat dicintainya itu ternyata membuat ia tak mampu lagi menahan tekanan air mani yang mengalir dari biji kemaluannya. Vagina sempit itu berdenyut-denyut meremas batang kemaluannya. Menghisap air mani yang masih tertahan di batang kemaluannya. Membuat ia tak berdaya untuk mengendalikan desakan air mani yang menyemprot dari lubang batang kemaluannya.
“Aarrgghh..! Aarrgghh..! Debby, aarrgghh..!” raung Theo sambil menghujamkan batang kemaluannya sedalam-dalamnya.
“Theoo.., sstt, sstt..” desis Debby berulangkali ketika merasakan air mani lelaki yang sangat dicintainya itu ‘menembak’ mulut rahimnya.
‘Tembakan’ yang pertama terasa panas dan menggetarkan hingga membuat tubuhnya berdiri kejang dan punggungnya melengkung ke belakang. ‘Tembakan’ kedua dan ketiga membuat ia semakin berjinjit setengah bergantung di leher Theo.
“Aarrgghh.., Debby! Argh.., enaknya!” rintih Theo di telinga murid yang sangat disayanginya itu.
“Theoo.., sstt.., sstt..!” desis Debby pula berulangkali sesaat setelah lepas dari puncak orgasmenya!
Kedua telapak tangan Theo memangku bongkah pantat Debby. Telapak tangannya masih dapat merasakan kedutan-kedutan di bongkah pantat itu ketika gadis itu mencapai puncak orgasmenya. Dan dengan tenaga yang masih tersisa di tubuhnya,
di tarik bongkah pantat yang kenyal itu agar mereka tak terjatuh. Ia tak ingin gadis itu terjatuh karena ia masih ingin batang kemaluannya tetap terbenam dalam kelembutan vagina sempit itu. Vagina yang sangat dikaguminya, muda, segar, dan masih berwarna pink!
“Puas, Sayang?” bisik Theo sambil mengusap-usap punggung Debby.
“Puas banget!”
“Theo sangat menyayangi Debby.”
“Debby juga sangat sayang pada Theo,” kata Debby sambil mencium bibir Theo.
Mereka masih terus berciuman dengan mesra hingga batang kemaluan Theo mengkerut dan terlepas dari vagina sempit milik Debby.

Cerita Sex - MEMUASKAN TETANGGAKU SENDIRI

-AGEN JUDI BOlA TERPERCAYA     Perkenalkan nama saya Irwan, saya lelaki yang cukup dewasa karena saya telah berusia 26 tahun. Keadaan saya sekarang adalah seorang pekerja di salah satu perusahaan plastik.

-AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA         Disini saya akan menceritakan tentang kisah sexs saya dengan istri tetangga kamar kontrakan-kan saya. Kisah ini berawal dari sore itu, saya terbangun. Kulihat jam di dinding dikamarku menunjukkan pukul 16.00 WIB.
Pada sore hari itu saya iseng-iseng untuk memanjat dinding tembok pembatas kamarku, dan kamar sampingku yang ditempati oleh pasangan pengantin baru, yaitu Mas Andy dan Mba’ Erna.
-BERITA BOLA         Saat itu saya Cuma bermaksud melihat aktivitas tetangga sebelahku melalui Fentilasi. Setelah saya lihat ternyata mereka sedang tiduran sambil mengobrol di atas ranjang.
Saat itu saya mengawasi terus kegiatan mereka, saat itu kulihat Mas Andy hanya memakai singlet, begitu juga Mba’ Erna yang hanya memakai baju dalam. Mentang-mentang mereka pengantin baru didalam kamar hanya memakai pakaian dalam saja.
Saat itu saya berharap kepada meraka agar mereka segera berhubungan sexs.hhe. tidak lama setelah itu, Mas Andy dan Mba’ Erna berbicara sambil berpelukan.
Karena posisiku saat itu lumayan jauh dan hanya melihat dari sela fetilasi, maka saya kurang bisa menangkap apa yang mereka bicarakan. Saat itu sesekali Mba’ Erna tertawa, dan Beberapakali pula saya amati Mas Andy meremas buah dada Mba’ Erna.

Setelah sekian lama saya menunggu, pada akhirnya yang saya harapkan terjadi juga. Tiba-tiba Mas Andy membuka celana pendeknya dan memegang tangan Mba’ Erna.
Lalu Mas Andy saat itu menyuruh Mba’ Erna memegang kejantanan Mas Andy. Mba’ Erna kelihatannya menurut dan memasukan tangannya ke dalam celana boxer Mas Andy, tetapi baru sebentar sudah ditariknya kembali, tampaknya Mba’ Erna menolak. Yahhhh, baru disuruh gitu aja nggak mau, apalagi kalau disuruh nyepongin, ucapku dalam hati kecewa.
Namun kekecewaanku terobati karena sejurus kemudian Mas Andy tiba-tiba bangkit dari tempat tidur dan melepas celananya. Kini dia hanya berCD (celana dalam) dan bersinglet. Kemudian Mas Andy-pun memeluk Mba’ Erna. Saya tersenyum kegirangan, keinginanku untuk melihat keduanya bercinta tampaknya akan terpenuhi
Tidak lama kemudian, Mas Andy-pun melepas pelukannya dan Mba’ Mba’ Erna-pun mulai melepas celananya. Kini sama seperti suaminya, Mba’ Erna hanya bersinglet dan berCD (celana dalam). Kulihat pahanya, putih dan mulus sekali.
Kemudian mendadak Mas Andy mengeluarkan kejantanannya dari CD (celana dalam)nya. Kecil sekali, dibandingkan puny saya, ucapku dalam hati melihat kejantanan Mas Andy.
Mas Andy-pun langsung menghimpit Mba’ Erna, tampaknya Mas Andy akan ber-penestrasi Mba’ Erna. Kulihat Mba’ Erna memelorotkan CD (celana dalam)-nya hanya sampai sebatas paha saja.
Sejurus kemudian saya melihat pelan Mas Andy memasukkan kejantanannya ke dalam lubang kewanitaan Mba’ Erna yang tertutup rambut kewanitaan.
Setelah kejantanan Mas Andy masuk keseluruhannya ke dalam liang senggama Mba’ Erna, Mas Andy langsung memeluk Mba’ Erna sambil menciumnya bertubu-tubi. Itu dilsayakan cukup lama.
Saya sedikit keheranan kenapa Mas Andy tidak melsayakan genjotan, tidak mendorong-dorong pinggulnya. Mas Andy hanya diam memeluk Mba’ Erna.
Payah nih, ini pasti karena Mas Andy nggak tahan bermain lama, nggak seperti saya ucapku dalam hati, tertawa, merasa unggul dari Mas Andy. Disinilah saya mulai melihat adanya kesempatanku untuk turut melsayakan tumpangsari pada Mba’ Erna.
Ditambah lagi, kejadian itu hanya berlangsung sangat singkat, sekitar 7 menit. Meskipun Mba’ Erna bisa mencapai klimaksnya, tetapi Mas Andy terlalu cepat.
Saya me-nangkap kekecewaan di muka Mba’ Erna, meski Mba’ Ernaberusaha tersenyum setelah permainan itu, tapi saya yakin ia tidak puas dengan permainan Mas Andy.
Dari hasil pengintaian saya kemarin, hal itu membuatku mengambil kesimpulan, ada kemungkinan saya bisa menyetubuhi Mba’ Erna dan merasakan nikmat tubuhnya, kalau perlu saya juga akan menanam benih di rahim Mba’ Erna, Itulah tekadku.
Dari kejadian itu saya-pun mulai menyusun rencana. Kebetulan Mas Andy itu belum bekerja, ada kesempatan bagiku untuk membuatnya berpisah cukup lama dari Mba’ Erna. Apalagi saya punya kenalan yang bekerja di perusahaan, namanya Idris. Siang ini saya menjumpai Idris di kantornya,
“ Hai Irwan, apa kabar ? ”, tanya Idris sambil menjabat tanganku.
“ Baik nih Dris”, jawabku sambil ter-senyum.
“ Oh iya, duduk dulu deh Wan, biar enak kita ngobrolnya ”, ucap Idris mempersilahkanku.
Setelah saya duduk di kursi kantornya yang empuk itu, saya mulai mengajukan permintaan,
“ Dris, saya butuh bantuanmu ”, ucap saya.
“ Oh, itu semua bisa diatur, emang bantuan apa ni Wan ? ”, tanya Idris.
“ Aku butuh pekerjaan nih Dris”, ucapku.
“ Ouh kerjaan, itu gampang Wan, memangnya kamu ingin diposisi apa dan minta gaji berapa ??? ”, tanya Idris.
“ Bukan buwat aku maksudnya Wan, tapi ini untuk orang lain ”, terang saya.
“ Hmmm… memangnya untuk siapa ? ”, tanya Idris.
“ Untuk temanku, Mas Andy namanya Dris, kamu wawancarai, tempatkan di mana saja kamu suka, nggak perlu tinggi-tinggi betul jabatannya ”, terang saya.
“ Aneh… tapi jika itu maumu, yaa tidak apa-apa ”, jawabnya.
“ Yang penting kamu wawancarai dia cukup lama, dan kamu wawancarnya kalau bisa diulang sampai beberapa kali gitu Dris”, terangku pada Idris.
“ Oke deh Wan, kalau itu semua kemauan kamu ”, jawab Idris menuruti saya.
“ Tapi… nanti jadwal wawancara-nya saya yang tentuin ya Dris, hhe… Gimana, bisakan Dris ??? ”, pintaku lagi pada Idris.
“ Ah, kamu ini ada-ada aja deh Wan, yaudah deh terserah kamu aja deh Wan ”, ucap Idris mengiyakan kemauan saya.
Maka saat itu mulailah saya menyusun jadwal interview Mas Andy, mulai lusa, hari rabu sampai jumat dari jam 07.00 sampai 10.00 pagi. Idris menyetujuinya, kemudian saya permisi pulang. Dalam perjalanan pulang, hatiku sangat senang, sudah terbayang nikmatnya tubuh Mba’ Erna itu.
Sesampainya di kos-kosanku, saya langsung bertemu dengan Mas Andy di tempat cuci, tampak Mas Andy sedang menyuci bajunya.
“ Mas… saya ingin bicara sebentar ”, ucapku mulai membuka percakapan.
Saat itu Mas Andy-pun menoleh dan menghentikan pekerjaannya,
“ Ada apa Wan ??? ”, tanya Mas Andy.
“ Begini nih Mas, saya dengar Mas Andy mencari pekerjaan, kebetulan tadi saya ke tempat teman saya, dia perlu pegawai baru, dia-nya sih malas menaruh iklan di koran, soalnya dia hanya butuh satu orang ”, ucapku panjang lebar menjelaskan.
Saat itu saya sedikit berdebar-debar karena menunggu tanggapan Mas Andy. Setelah beberapa saat Mas Andy kulihat terdiam, merenung, lalu
“ Hmmm… saya pikir dulu, sebelumnya terima kasih ya Wan ”,ucap Mas Andy.
“ Ya Mas sama-sama… ”, ucapku dengan senyuman.
Saat itu dalam hatiku, saya berpikir habislah sudah kesempatanku, tapi setelah di dalam kamar, sekitar 1 jam kemudian saya yang tertidur, terbangun oleh ketukan di pintu. Saya lalu bangun, mengucek-ngucek mata saya, melihat dari jendela. Tampak Mas Andy berdiri menunggu. Saya-pun cepat-cepat membuka pintu.
“ Wah… sedang tidur ya, kalau gitu nanti saja deh ”,ucap mas Mas Andy akan pergi lagi.
“ Enggak kog Mas, saya sudah bangun nih ”, ucapku berusaha mencegah Mas Andy pergi.
“ Gangguin tidur kamu nggak ? ”, tanya Mas Andy.
“ Ndak… masuk saja Mas ”, ucapku mempersilahkan.
Setelah kami berdua duduk di karpet kamarku, lalu…
“ Begini, ini soal lamaran kerja yang kamu bilang itu, tempatnya di mana sih ? ”, tanya Mas Andy.
“ Ooo…itu di Kaliurang km 10 nomor 17, nama perusahaannya PT. A, nggak jauh kok Mas ”, terangku.
“ Syaratnya apa aja ya Wan kira-kira ? ”, tanya Mas Andy.
“ Saya kurang tau juga tuh, Mas Andy pergi saja ke sana. temui teman saya, Idris, katakan Mas butuh pekerjaan ”, tahunya dari Irwan.
“ Wah…kok rasanya kurang enak ya, seperti nepotisme saja… ”, Mas Andy sepertinya keberatan.
“ Enggak… nggak… kog, perusahaan-nya besar, Mas ke sana juga belum tentu diterima, Mas tetap melalui tes dulu ”, ucapku meyakinkan Mas Andy.
“ Hmmm…baiklah, saya coba dulu deh Wan, jam berapa ya ke sana ? ”, ucap Mas Andy.
“ Sekitar jam kerja saja baiknya, jam 07.00 pagi saja Mas ”, ucapku menyarankan.
Mas Andy hanya mengangguk tersenyum, lalu permisi seraya tak lupa berterima kasih kepadsaya. Saya hanya tersenyum, berarti selangkah lagi keinginanku tercapai. Hari ini selasa, sesuai pre-diksiku, Mas Andy pagi-pagi sudah berangkat, dan sekitar jam 11.00 siang baru pulang. Saya menuju ke kamarnya, lalu mengetuk pintu,
“ Assalamualaikum ”, saya memberi salam.
Waalaikumussalam, terdengar jawaban Mas Andy dari dalam kamarnya. Lama baru pintu dibuka, dan Mas Andy mempersilahkanku untuk masuk. Kulihat di dalam kamarnya, istrinya tengah duduk di pinggir tempat tidur dengan me-makai jilbab putih, tersenyum padsaya. Mba’ Erna tampak cantik sekali.
“ Bagaimana Mas, tadi ? ”, tanya saya.
“ Oh… nanti saya disuruh ke sana lagi, besok untuk interview Wan ”, ucap mas Andy.
“ Alhamdulillah, saya doakan supaya keterima ya Mas ”, ucapku berbasa-basi.
“ Terima kasih ya Wan ”, ucapnya.
Setelah berbasa – basi cukup lama, sayapun permisi,
“ Eehh… nanti dulu, kamu khan belum minum ”,ucap Mas Andy berusaha mencegahku.
“ Ayo Mah buatkan air minumnya dong ”, perintah Mas Andy me-nyuruh istrinya.
Saya menolak dengan halus,
“ Ah nggak usah Mas, saya sebentar aja kog, soalnya saya ada urusan ”, ucapku berpura-pura.
“ Oh baiklah kalau begitu, sekali lagi terima kasih ya ”, ucap Mas Andy.
Saya tersenyum mengangguk, kulihat Mba’ Erna tidak jadi membuat minuman. Sayapun pergi ke ka-marku, riang karena sebentar lagi adikku akan bersarang dan menemukan pasangannya.
Hari ini rabu, Mas Andy sudah berangkat dan meninggalkan Mba’ Erna sendirian dikamarnya. Rencana mulai kulaksanakan.
Saya membongkar beberapa koleksi kaset pornoku, memilih salah satunya yang saya anggap paling bagus, kaset porno dari Indonesia sendiri, lalu membungkusnya dengan kertas merah jambu. Kemudian sambil membawa bungkusan Kaset itu, saya menuju ke kamar tetanggsaya, mengetuk pintu,
“ Assalamualaikum, saya mem-beri salam. Lama baru terdengar jawaban,
“ Waalaikumsalam ”, sahut Mba’ Erna dari dalam kamar itu.
Tidak kama pintunya-pun terbuka, kulihat Mba’ Erna melongokkan kepalanya yang berjilbab itudari celah pintu,
“ Ada apa ya ? ”, tanya-nya.
“ Ini ada hadiah dari saya, saya mau memberikan kemarin tetapi lupa ucapku sambil menunjukkan bungkusan Kaset itu ”, ucapku.
“ Oh, baiklah ”, ucap Mba’ Erna sambil bermaksud mengambil bungkusan di tanganku itu.
“ Eee…tunggu dulu Mba’, ini isinya Kaset, saya mau lihat apa bisa muter nggak di komputernya Mas Andy ”, ucapku mengarang alasan.
Sedikit keberatan kelihatannya, akhirnya Mba’ Erna mempersilahkanku untuk masuk, saya yakin dia juga kurang ngerti tentang komputer. Di dalam kamar, saya menghidupkan komputer dan mengoperasikan program dvd playernya, lalu kumasukkan kaset-ku itu dan kujalankan. Sesuai dugaanku Kaset itu berjalan bagus.
“ Mba’ pingin nonton ? ”, tanya saya sambil melihat Mba’ Erna yang sedari tadi duduk di belakang memperhatikanku.
“ Film apa sih ? ”, tanya Mba’ Erna kepada saya.
Pokoknya bagus deh Mba’ filnya ”, ucapku.
Kemudian memberikan pe-tunjuk bagi Mba’ Erna , bagaimana cara menghentikan player dan mematikan komputernya. Mba’ Erna hanya mengangguk, lalu kupermisi untuk pergi mumpung filmnya belum masuk ke bagian intinya. Pintu kamar tetangga saya itu-pun kembali ditutup, saya bergegas ke kamarku, mau mengintip apa yang dirasakan Mba’ Erna.
Setelah di kamarku. melalui Fentilasi kulihat Mba’ Erna menonton di depan komputer. Dia tampaknya kaget begitu melihat adegan porno langsung hadir di layar monitor komputer itu. Dengan cemas saya menantikan reaksinya. Menit demi menit berlalu hingga sudah 15 menit kulihat Mba’ Erna masih tetap menonton. Saya senang berarti Mba’ Erna menyukainya.
Lalu terjadi sesuatu yang lebih dari saya harapkan, tangan Mba’ Erna saat itu mulai masuk ke dalam dalam roknya, dan bergerak-gerak di dalam rok itu.
“ Ssssss… Oughhhh… Aghhhhh… ”, desahnya mulai terdengar.
Suara Mba’ Erna mendesah-desah , tampaknya merasakan kenikmatan. Saya kaget, Wah, hebat ternyata ber-masturbasi ucapku dalam hati. Rasanya saat itu saya ingin segera masuk ke kamar Mba’ Erna, kemudian memeluk dan langsung menyetubuhinya. Saat itu masih hanya angan-angan, tapi saya sadar, ini perlu proses dan hal ini tidak semudah seperti yang saya katakan tadi.
Akhirnya saya memutuskan untuk tetap mengintip, dan berinisiatif mengukur kemampuanku. Saya pun mulai melsayakan onani dengan memain-mainkan kejantananku. Film di komputer itu terus berjalan, kira-kira hampir 1jam lamanya, pertanda film itu akan habis dan Mba’ Erna kulihat sudah empat kali klimaks, luar biasa.
Dan ketika filmnya berakhir, Mba’ Erna ternyata masih me-neruskan masturbasinya hingga menggenapi klimaksnya menjadi lima kali.
“ Aghhhhhh… ”, Mba’ Erna terpekik pelan menandai klimaksnya.
Sesaat setelah klimaks Mba’ Erna yang kelima saya-pun ejakulasi.
“ Oughhhhh… ”, suara berat-ku mengiringi luapan air mani di tanganku.
Saya senang sekali, berarti saya lebih tangguh dari Mas Andy dan bisa memuaskan Mba’ Erna nantinya karena bisa klimaks dan ejakulasi bersamaan. Kemudian Mba’ Erna sesuai petunjukku, kulihat mengeluarkan Kasetnya dan mematikan komputer. Setelah siang hari, Mas Andy baru pulang. Sedikit berdebar-debar saya menunggu perkembangan di kamar tetangga saya itu.
Saya takut kalau-kalau Mba’ Erna ngomong macam- macam soal Kaset itu, bisa berabe saya. Tetapi kelihatannya tak terjadi apa-apa. Kembali saya mengintip lewat Fentilasi, apa yang terjadi di sebelah. Begitu saya mulai mengintip, saya kaget ! Karena kulihat Mba’ Erna dalam keadaan hampir bugil. Saat itu Mba’ Erna hanya memakai CD (celana dalam) dihimpit oleh Mas Andy.
Lalu mereka-pun mulai bersetubuh. Namun seperti yang dulu-dulu, permainan itu hanya berlangsung sebentar dan tampaknya Mba’ Erna kelihatan tidak menikmati dan tidak bisa mencapai klimaks. Bahkan saya melihat Mba’ Erna seringkali kesakitan ketika penetrasi atau ketika buah dadanya diremas. Bagaimanapun saya senang, langkah kedua saya berhasil.
Hal itu membuat Mba’ Erna tidak bisalagi mencapai klimaks dengan Mas Andy. Prediksiku, Mba’ Erna akan sangat tergantung pada Kaset itu untuk kepuasan klimaksnya, sedangkan cara menghidupkan Kaset itu hanya saya yang tahu, disinilah kesempatanku. Hari Kamis, pukul 09.00 pagi, saya bangun dari tidur, mempersiapkan segala sesuatunya.
Kebetulan saat itu hari cuti bersama diperusahaan saya, pas sekalikan para pembaca. Hari ini bisa jadi saat yang sangat bersejarah bagiku. Kemarin saya telah mengintip Mba’ Erna dan Mas Andy seharian, mereka kemarin ber-setubuh hanya 2 kali, itupun berlangsung sangat cepat, dan yang penting bagiku, Mba’ Erna tidak bisa klimaks.
Malam kemarin saya juga sudah bersiap-siap dengan minum segelas jamu kuat, yang bisa menambah kualitas spermsaya.
Pada pagi hari itu, setelah saya mandi, saya berpakaian sebaik mungkin, parfum beraroma melati kuusapkan ke seluruh tubuhku, rambutku juga sudah disisir rapi. Lalu dengan langkah pasti saya melangkah ke tetangga sebelahku, Mba’ Erna yang sedang sendirian. Kembali saya mengetuk pintu kamarnya pelan,
“ Selamat pagi Mba’ ”, ucapku msembari mengetuk pintu Mba’ Erna.
“ Iya, siapa yah ”, suara lembut Mba’ Erna menyahut dari dalam kamar.
Mba’ Erna-pun membuka pintu, kali ini dia berdiri di depan pintunya, tidak seperti kemarin yang hanya melongokkan kepala dari celah pintu yang se’dikit terbuka. Saat itu dia memakai jilbab biru dengan motif renda, terlihat sangat manis sekali,
“ Oh kamu Wan, kenapa lagi Wan kamu kesini ??? ”, tanya Mba’ Erna.
“ Gini Mba’, saya kemarin lupa memberitahukan cara mengelurkan kaset yang kemarin Mba’ ”, ucapku sambil tersenyum.
Tiba-tiba raut muka Mba’ Erna menjadi sangat serius,dan berkata
“ Kamu bener-bener kurang ajar ya Wan, masa kamu muterin Kaset porno pada Mba’ ”, kata Mba’ Erna sedikit keras.
Saat itu saya terkaget, ternyata dia marah. Lalu saat itu juga saya cepat mengarang alasan,
“ Wah… maaf Mba’, kaset itu adalah hadiah dari teman saya Mba’, setahu saya isi kaset itu adalah film humor, maafin saya ya Mba’, kasetnya tertukar, yaudah saya ambil lagi ya Mba’ kasetnya, sekali lagi maafkan saya ya Mba’ ”, ucapku.
Saat itu Mba’ Erna tidak menjawab, lalu dia masuk ke dalam kamarnya. Saat itu dia tampak kecewa, saya senang berarti dia takut kehilangan Kaset itu. Lalu saya-pun masuk ke kamarnya melalui pintu yang sedari tadi terbuka. Mba’ Erna kaget, melihatku mengikuti langkahnya,
“ Eeeh… kamu kok ikut masuk juga ??? ”, ucap Mba’ Erna.
Saat itu sambil menutup pintu kamar Mba’ Erna, dengan tenang saya menjawab,
“ Ahhh… Mba’ jangan munafiklah, toh Mba’ juga menyukai kaset porno itu, saya lihat Mba’ sampai masturbasi segala ”, ucapku dengan tegas.
“ Kurang ajar kamu ya Wan, keluar nggak kamu !!! Kalau tidak saya akan berteriak ”, gertak Mba’ Erna.
“ Mba’ jangan marah dulu, coba Mba’ pikirkan lagi, sejak menonton Kaset itu, Mba’ tidak bisa lagi klimaks dengan Mas Andy khan ”, ucapku sembari merebut kaset itu dan mematahkannya. Seketika itu Mba’ Rika terkejut,
“ Ka… kamu… ”.
Belum sempat dia menyelesaikan kata-katanya, saya memotongnya,
“ Saya bersedia memberikan kepuasan kepada Mba’ Erna, saya jamin Mba’ Erna bisa klimaks bila main dengan saya ”, rayuku.
“ Kurang ajar, Keluar kamu !!! ”, gertaknya lagi.
“ Oh tidak bisa, tidak segampang itu Mba’ mengusir saya, ayolah Mba’ Erna jangan marah !!! pikirkan dulu, saya satu-satunya kesempatan, bila Mba’ Erna tidak memakai saya, seumur-umur Mba’ Erna nggak akan pernah mencapai klimaks lagi ”, ucap saya terus menghasutnya.
Saat itu Mba’ Erna terdiam sebentar, saya senang dan berpikir dia mulai termakan rayuanku, namun,
“ sekali tidak ya tidak, kamu ngerti nggks sih ??? keluar kamu !!!! ucap Mba’ Erna membentak saya lagi.
Sebenarnya saat itu saya mulai takut dan gemetar, tapi saat itu sudah terlanjur basah, maka saya terus berusaha untuk merayu Erna dan berkata,
“ Sebaiknya Mba’ pikirkan lagi, di sini cuma saya yang mengajukan diri memuaskan Mba’, saya satu-satunya kesempatan Mba’, kalau Mba’ tidak mengambil kesempatan ini, Mba’ akan menyesal seumur hidup… ”, ucapku sedikit tegas.
Lama kulihat Mba’ Erna terdiam, bahkan dia kini terduduk lemas di samping ranjangnya. Saya pura-pura mengalah,
“ Ya udahlah, jika Mba’ tidak mau, saya pergi saja, saya itu cuma kasihan ngelihat Mba’ ”, ucapku sambil beranjak pergi.
Tetapi kulihat Mba’ Erna hanya diam terduduk di ranjangnya, saya membatalkan niatku, pintu yang telah terbuka kini kututup lagi dan kukunci dari dalam. Perlahan saya mendekati Mba’ Erna, kulihat dia menangis,
“ Mba’, jangan menangis gitu dong, tidak ada maksud saya sedikitpun menyakiti Mba’, ucapku sambil mulai menyeka air matanya dengan tanganku.
Lalu pelan-pelan kupegang pundak Mba’ Erna dan kudorong pelan dia agar berbaring di ranjang. Ternyata Mba’ Erna hanya menurut saja, saya senang seklai saat itu, ternyata rayuanku berhasil meruntuhkan pendiriannya. Kemudian saya mulai membuka resleting celana panjangnya, saat itu dia tampaknya inign menolak, namun saat itu saya dengan santai menepis tangannya.
Saya-pun melanjutkan aksi saya dengan memasukkan tanganku ke dalam celana Mba’ Erna. Tanganku masuk kedalam CD (celana dalam)nya, lalu langsung jariku menuju ke tengah lubang birahinya. Saya sudah terburu nafsu, mencucuk-cucukkan jemariku ke dalam lubangitu berkali-kali.
“ Aghhhhh… Ssss… Aghhhhhhh ”,desahan Mba’ Erna mengiringi setiap aksi jemariku.
Saya ingin membuatnya terang-sang dan mencapai klimaks. Lalu dengan cepat kutarik celana pan-jang dan kolornya, sehingga terlihatlah pahanya yang putih dan mulus, saya langsung mencium paha mulus itu bertubi-tubi, menjilat paha putih Mba’ Erna dengan merata. Saya pun mengincar klitoris Mba’ Erna yang tersembul ke luar dari bagian atas liang senggama-nya.
Tanpa buang waktu saya langsung mengkulum klitoris itu di dalam mulutku,
“ Eummm… sruppp… eummmm… sruppp… sruppp ”, suara lidahku menari-nari di di klitoris-nya, ssembari sesekali kugigit pelan-pelan klitoris Mba’ Erna.
“ Aghhhh… Oughhhhh… Sssssss… Wan… Aghhhhhh ”, desah Mba’ Erna mulai terdengar.
Saat itu tanganku semakin kupercepat menusuk liang senggama Mba’ Erna dan lidahku makin menggila menari-nari di atas klitorisnya itu. Perlahan kubimbing Mba’ Erna mencapai puncaknya, hingga akhirnya…
“ Oughhhhhhhhhhhhhhh…. ”, terdengar pekikan pelan Mba’ Erna mengiringi klimaksnya.
Pada saat itu saya melihat jemari tanganku sudah basah, hal itu bukan karena liurku melainkan karena lendir kawin Mba’ Erna yang telah basah. Saya mencium kewanitaan itu, tercium bau khas cairan kewanitaan wanita yang klimaks.
Saya tersenyum, hatiku senang karena bisa membawa Mba’ Erna mencapai klimaksnya. Tetapi saya tidak berhenti sampai di situ saja.
Setelah memelankan permainan jariku di liang senggama-nya, kini permainan jari saya-pun kembali kupercepat. Terdengar desahan Mba’ Erna ,
“ Aghhhh… Oughhhh… yeaah… ”, Mba’ Erna mulai meracau.
Sementara tangan kiriku beroperasi di kewanitaan Mba’ Erna, tangan kananku mulai meremas blus Mba’ Erna, dengan cepat tangan kananku merobek blus itu dan menarik kutangnya hingga menyembullah buah dada Mba’ Erna yang indah membukit.Kemudian saya menghisap kedua puting itu sambil tangan kananku meremas buah dada Mba’ Erna bergantian,
“ Slurrpp… slrrrrpp… .slluuurpp ”, suara hisapan saya pada puting Mba’ Erna.
Dan sat itu-pun desahan Mba’ Erna mulai terdengar di telinga saya,
“ Ughhhh… Aghhhh… terus… Wan… terusin… Sssss… ”, ucapnya.
Saat itu dengan tangan kiriku tetap beraksi di kewanitaan Mba’ Erna. Kini mulutku mulai merangkak maju menuju bibir Mba’ Erna yang mendesah-desah, begitu wajah kami bertatapan, kulumat bibir mungil itu dalam-dalam, Mba’ Erna sedikit kaget,
“ Oughhhh… eummm… slurpppp ”,
Saat itu Mba’ Erna tidak bisa lagi bersuara, karena bibirnya telah kulumat, dan lidahnya kini-pun bertemu dengan lidahku yang mulai menari-nari didalam mulutnya. Saat itu saya memang berusaha membimbing Mba’ Erna agar klimaks untuk kedua kalinya. Agar di saat klimaksnya itu saya bisa memasukan kejantananku, mempenetrasi kewanitaannya.
Karena saya sadar penetrasi itu akan sangat sakit karena ukuran kejantananku lebih besar dari punya Mas Andy yang biasa masuk. Sambil mencium dan merang-sang liang senggama Mba’ Erna, tangan kananku mulai melepas celana panjangku dan boxer, lalu melemparkannya ke lantai. Tangan kananku mengelus – elus Torpedoku yang terasa mulai mengeras.
Setelah sekian lama, pada akhirnya Mba’ Erna mencapai klimaksnya untuk yang kedua kali,
“ Oughhhhh… Ssssssssssssssss…. Enak Wan … Aghhhhhhh ”, desah Mba’ Erna.
Mba’ Erna mengerang, tetapi belum selesai erangannya, saya langsung menusukkan kejantananku pelan-pelan ke dalam kewanitaannya.
“ Ughhhh… Ssss… Aghhhhh…”, suara Mba’ Rika terpekik.
Saat itu diiringi dengan atanya sayup-sayup menatap syahdu ke arahku, saya tersenyum.Saya pun mengambil posisi duduk dan mengangkangkan kedua paha Mba’ Erna dengan kedua tanganku, lalu kulsayakan penetrasi Torpedoku pelan-pelan lama kelamaan menjadi semakin cepat.
“ Clepppp… Slerppp… Pyekkk… Pyekkk… Pyekkk… ”, suara kewanitaan yang mulai basah karena kejantananku mulai terdengar.
Lalu Mba’ Erna pun berkata,
“ Oughhhhh… yeaaah… terus Rom, Oughhh… Sssss… Aghhhh… ”, racau Mba’ Erna mulai tidak terkendali.
Saat itu sayapun semakin mempercepat genjotan, kini kedua kakinya saya sandarkan di pundakku, dengan posisi pinggul Mba’ Erna sedikit kuangkat lalu saya-pun terus mendorong pinggulku berulang-ulang. Sementara dengan sekali sentakan kulepaskan jilbabnya, tampaklah rambut hitam sebahu milik Mba’ Erna yang indah, sambil menggenjot saya membelai rambut hitam itu.
“ Oughhhh… Oughhhhh… Ssss… aghhhh… ”, desah kami saling beriringan.
Suara desahanku dan Mba’ Erna terus terdengar bergantian seperti irama musik alam yang indah. Setelah lama, saya mengubah posisi Mba’ Erna, badannya kutarik sehingga kini diaada di pangkuanku dan kami duduk berhadap-hadapan, sementara kejantananku dan kewanitaannya masih menyatu. Tanganku memegang pinggul Mba’ Erna, membantunya badannya untuk naik turun.
Kepala saya kini dihadapkan pada dua buah dada montok yang segar dan berayun-ayun akibat gerakan kami berdua. Saat itu saya-pun langsung membenamkan kepala saya ke dalam kedua buah dada itu, menjilatnya dan menciumnya be-gantian.Tak kusangka genjotanku membuahkan hasil, tak lama… .
“ Ughhhh… Ssss… Oughhhhh… ”, desah Mba’’ Erna.
Desahan panjang Mba’ Erna itu pertanda bahwa Mba’ Erna telah klimaks, saat itu kepalanya mendongak menatap langit-langit kamarnya saat. Saya senang sekali, kemudian kupelankan genjotanku dan akhirya kuhentikan sesaat.
Lama kami saling bertatap-tatapan, saya lalu mencium mesra bibir Mba’ Erna dan Mba’ Erna juga menyambut ciumanku. Saat itu kami-pun saling berciuman dengan mesra, sungguh nikmatnya. Tidak lama saya-pun menghentikan ciumanku, saya kaget, Mba’ Erna ternyata menangis, lalu aku bertanya,
“ Kenapa Mba’ Erna ? saya menyakiti Mba’ ya ??? ”, tanya saya lembut penuh sesal.
Dengan masih terisak karena menangis, Mba’ Erna menjawab,
“ Nggak kog Wan, kamu justru telah membuat Mba’ bahagia, sebelumnya Mba’ belum pernah merasakan kebahagian seperti bersama suami Mba’”, ucapnya.
Kami berdua tersenyum, ke-mudian pelan saya baringkan Mba’ Erna. Perlahan saya mengencangkan penetrasiku kembali.Sambil meremas kedua payu-daranya, saya membolak-balikkan badan Mba’ Erna ke kiri dan ke kanan. Kami berdua mendesah bergantian,
“ Aghhhh… Aghhhh… Aghhhh… ”, desahku.
“ Oughhhh… Oughhhhh… Ssss… aghhhh… ”, desah Mba’ Erna.
Sampai pada akhirnya saya mulai merasakan urat-uratku menegang dan cairan kejantananku seperti berada di ujung, siap untuk meledak.Saya ingin melsayakannya ber-sama dengan Mba’ Erna. Untuk itu saya memeluk Mba’ Erna, menciumi bibirnya dan membelai rambutnya pelan.
Usahsaya berhasil karena perlahan Mba’ Erna kembali terang-sang, bahkan terlalu cepat. Dalam pelukanku kubisikkan ke telinga Mba’ Erna,
“ Ughhhh…Tahan… tahan… Mba’, kita keluarkan bersama-sama ya Mba’, Ssss… Aghhhhh… ”, ucap saya menahan Mba’ Erna.
“ Oughhhh…Ssss… saya udah tidak tahan lagi Rom… Oughhhh…”, ucap Mba’ Erna, sembari mendesah.
Saat itu saya melihat matanya terpejam kuat menahan klimaksnya.
“ Pelan – pelan saja Mba’, kita lsayakan serentak ”, ucapku berbisik sembari kupelankan ayunan torpedoku.
Pada Akhirnya yang kuinginkan terjadi, urat-urat syarafku menegang, kejantananku makin mengeras. Lalu sekuat tenaga saya mendorong pinggulku berulang-ulang dengan cepat.
“ Ouhhhh… Ssss… Aghhh… ”, Desah Mba’ Erna.
Kepalanya tersentak-sentak karena dorongan kejantananku,
“ Lepaskan… lepaskan… Mba’, sekarang !!! suarsaya mengiringi desahan Mba’ Erna.
Sketika itu Mba’ Erna-pun menuruti saranku, diapun akhirnya melepaskan klimaksnya,
“ Ouhhhhhhhhhh… Ssss… Aghhhhh… … ”, desah Mba’ Erna.
suara berat menandakan ejakulasiku, mengiringi klimaks Mba’ Erna. Saat itu saya-pun memeluk erat ketika dia mendapatkan ejakulasi-nya. Setelah permainan sexs itu, masih dalam keadaan bugil saya terkapar di samping Mba’ Erna yang juga telanjang. Mba’ Erna memelukku dan mencium pipiku berkali-kali sembari membisikkan sesuatu ke telingsaya.
“ Makasih ya Wan, saya puas sekali dengan permainan sexsmu… ”, bisik Mba’ Erna puas kepada saya.
Saat itu Mba’ Erna saya lihat senang, kemudian dia memeluk tubuhku dengan erat, sembari menyandarkan kepalanya di atas dadsaya. Dalam hatiku saya merasakan senang, gembira, tapi juga sedih.
Saya sedih dan menyesal melsayakan ini dengan Mba’ Erna, saya takut dia tidak akan pernah lagi mencapai klimaks selain dengan diriku, ini berarti saya menyengsarakan Mba’ Erna.

BUAT YANG MAU NONTON VIDEO BOKEP ADIK KAKAK DAN AGEN PALSU YUK DI KLIK : WWW.BIOSKOPTRANS7.COM

                                 


BUAT YANG SUKA COLI DIMANA AJA YUK FOLLOW TWITTER NYA YA :


                                        

BOKEP BARAT - KONAK SANGE AKIBAT ANAK TIRI

BOKEP BARAT - KONAK SANGE AKIBAT ANAK TIRI Download bokep gratis  - BOKEP BARAT - KONAK SANGE AKIBAT ANAK TIRI   kocokmaniac,blogspot....