BOKEP UPDATE SETIAP HARI | AGEN POKER TERBAIK POKER899

POKER899.VIP AGEN POKER ONLINE TERBAIK DAN TERBESAR

DAFTAR DAN GABUNG DI SITUS POKER ONLINE TERBESAR INDONESIA SEKARANG JUGA !

FILM BOKEP JEPANG JAV FULL MOVIE TERBARU!!!A

BUAT YANG INGIN MELEPASKAN HASRAT LANGSUNG KLIK !!!!

AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA

AYO GABUNG DAN DAPATKAN BONUS DAN JACKPOTNYA SEKARANG !!!

POKER ONLINE TERBAIK DAN TERPERCAYA

LANGSUNG MENJADI BOS DAN MULAI KEKAYAANMU SEKARANG !!!!

VIDEO BOKEP BARAT JEPANG DAN NGENTOT TERBAIK

UNTUK YANG SUKA COLI DIMANA SAJA KLIK YAA !!!!!

AGEN POKER TERBAIK INDONESIA

CERITA BOKEP - DIPERKOSA BERKALI KALI DENGAN MAJIKAN

Kisahku Kali ini mungkinj terdengar kisah yang biasa saja, yakni tentang pembantu rumah tangga (pembantu rumah tangga) yg diperkosa juragannya. Memang tak ada yg istimewa kalo cuma kejadian semacam itu, tetapi yg membuat kisah ini unik adalah karena aqu tak hanya diperkosa juraganku sekali. Tetapi, setiap kali ganti juragan hingga tiga kali aqu selalu mengalami perkosaan. Baik itu perkosaan kasar maupun halus. Aqu akan menceritakan kisahku itu setiap juragan dalam satu cerita.

                                                 -Agen Poker online Terpercaya-
Begini kisahku dgn juragan pertama yg kubaca lowongannya di koran. Dia mencari pembantu rumah tangga untuk mengurus rumah kontrakannya karena ia sibuk bekerja. Aqu wajib membersihkan rumah, memasak, mencuci, belanja dll, pokoknya seluruh pekerjaan rumah tangga. Untungnya aqu menguasai semuanya sehingga tak menyulitkan. Apalagi gajinya lumayan besar plus aqu bebas makan, minum serta berobat kalo sakit.
                                                              -Bandar Judi-
Manajer sekitar 35 tahunan itu bernama Den Sintho, asal Medan dan sedang ditugasi di kotaqu membangun suatu pabrik. Mungkin sekitar 2 tahun baru proyek itu selesai dan selama itu ia mendapat fasilitas rumah kontrakan. Ia sendirian. Istri dan anaknya tak dibawa serta karena taqut mengganggu sekolahnya kalo berpindah-pindah.
                                                                judi Poker
Sebagai wanita Jawa berusia 25 tahun mula-mula aqu agak taqut menghadapi kekasaran orang etnis itu, tetapi setelah beberapa minggu aqupun terbiasa dgn logat kerasnya. Pertama dulu memang kukira ia marah, tetapi sekarang aqu tahu bahwa kalo ia bersuara keras memang sudah pembawaan. Kadang ia bekerja sampai malam. Sedangkan kebiasaanku setiap petang adalah menunggunya setelah menyiapkan makan malam. Sambil menunggu, aqu nonton TV di ruang tengah, sambil duduk di hamparan permadani lebar di situ. Begitu suara mobilnya terdengar, aqu bergegas membuka pintu pagar dan garasi dan menutupnya lagi setelah ia masuk.
“Tolong siapkan air panas, Yem,” suruhnya suatu petang, “Aqu kurang enak badan.” Aqupun bergegas menjerang air dan menyiapkan bak kecil di kamar mandi di kamarnya. Kulihat ia menjatuhkan diri di kasurnya tanpa melepas sepatunya. Setelah mengisi bak air dgn air secukupnya aqu berbalik keluar. Tapi melihat Den Sinthoiregar masih tiduran tanpa melepas sepatu, aqupun berinisiatif.          Agen IDN Poker
“Sepatunya dilepas ya, pak,” kataqu sambil menjangkau sepatunya.
“Heeh,” sahutnya mengiyakan. Kulepas sepatu dan kaos kakinya lalu kuletakkan di bawah ranjang.
“Tubuh bapak panas sekali ya?” tanyaqu karena merasakan hawa panas keluar dari tubuhnya. “Bapak masuk angin, mau saya keroki?” tawarku sebagaimana aqu sering laqukan di dalam keluargaqu bila ada yg masuk angin.
“Keroki bagaimana, Yem?” Baru kuingat bahwa ia bukan orang Jawa dan tak tahu apa itu kerokan. Maka sebisa mungkin kujelaskan.
“Coba saja, tapi kalo sakit aqu tak mau,” katanya. Aqu menyiapkan peralatan lalu menuangkan air panas ke bak mandi.
“Sekarang bapak cuci muka saja dgn air hangat, tak usah mandi,” saranku. Dan ia menurut. Kusiapkan handuk dan pakaiannya. Sementara ia di kamar mandi aqu menata kasurnya untuk kerokan. Tak lama ia keluar kamar mandi tanpa baju dan hanya membalutkan handuknya di bagian bawah. Aqu agak jengah. Sambil membaringkan diri di ranjang ia menyuruhku, “Tolong kau ambil handuk kecil lalu basahi dan seka badanku yg berkeringat ini.” Aqu menurut. Kuambil washlap lalu kucelup ke sisa air hangat di kamar mandi, kemudian seperti memandikan bayi dadanya yg berbulu lebat kuseka, termasuk ketiak dan punggungnya sekalian.
“Bapak mau makan dulu?” tanyaqu.
“Tak usahlah. Kepala pusing gini mana ada nafsu makan?” jawabnya dgn logat daerah, “Cepat kerokin aja, lalu aqu mau tidur.”
                                                           -Agen Taruhan Online-
Maka ia kusuruh tengkurap lalu mulai kuborehi punggungnya dgn minyak kelapa campur minyak kayu putih. Dgn hati-hati kukerok dgn uang logam lima puluhan yg halus. Punggung itu terasa keras. Aqu berusaha agar ia tak merasa sakit. Sebentar saja warna merah sudah menggarisi punggungnya. Dua garis merah di tengah dan lainnya di sisi kanan.
                                                                   -Poker IDN PLAY-
“Kalo susah dari samping, kau naik sajalah ke atas ranjang, Yem,” katanya mengetahui posisiku mengerokku kurang enak. Ia lalu menggeser ke tengah ranjang.
“Maaf, pak,” aqupun memberanikan diri naik ke ranjang, bersedeku di samping kanannya lalu berpindah ke kirinya setelah bagian kanan selesai.
“Sekarang dadanya, pak,” kataqu. Lalu ia berguling membalik, entah sengaja entah tak handuk yg membalut pahanya ternyata sudah kendor dan ketika ia membalik handuk itu terlepas, kontan nampaklah penisnya yg cukup besar. Aqu jadi tergagap malu.
“Ups, maaf Yem,” katanya sambil membetulkan handuk menutupi kemaluannya itu. Sekedar ditutupkan saja, tak diikat ke belakang. Sebagian pahanya yg berbulu nampak kekar.
“Eh, kamu belum pernah lihat barangnya laki-laki, Yem?”
“Bbb..belum, pak,” jawabku. Selama ini aqu baru melihat punya adikku yg masih SD.
“Nanti kalo sudah kawin kamu pasti terbiasalah he he he..” guraunya. Aqu tersipu malu sambil melanjutkan kerokanku di dadanya. Bulu-bulu dada yg tersentuh tanganku membuatku agak kikuk. Apalagi sekilas nampak Den Sintho malah menatap wajahku.
“Biasanya orang desa seusia kau sudah kawinlah. Kenapa kau belum?”
“Saya pingin kerja dulu, pak.”
“Kau tak ingin kawin?”
“Ingin sih pak, tapi nanti saja.”
“Kawin itu enak kali, Yem, ha ha ha.. Tak mau coba? Ha ha ha..” Wajahku pasti merah panas.
“Sudah selesai, pak,” kataqu menyelesaikan kerokan terakhir di dadanya.
“Sabar dululah, Yem. Jangan buru-buru. Kerokanmu enak kali. Tolong kau ambil minyak gosok di mejaqu itu lalu gosokin dadaqu biar hangat,” pintanya. Aqu menurut. Kuambil minyak gosok di meja lalu kembali naik ke ranjang memborehi dadanya.
“Perutnya juga, Yem,” pintanya lagi sambil sedikit memerosotkan handuk di bagian perutnya. Pelan kuborehkan minyak ke perutnya yg agak buncit itu. Handuknya nampak bergerak-gerak oleh benda di bawahnya, dan dari sela-selanya kulihat rambut-rambut hitam. Aqu tak berani membaygkan benda di bawah handuk itu. Tetapi baygan itu segera jadi kenyataan ketika tangan Den Sintho menangkap tanganku sambil berbisik, “Terus gosok sampai bawah, Yem,” dan menggeserkan tanganku terus ke bawah sampai handuknya ikut terdorong ke bawah. Nampaklah rambut-rambut hitam lebat itu, lalu.. tanganku dipaksa berhenti ketika mencapai zakarnya yg menegang.
                                                        -Daftar Judi Online-
“Jangan, pak,” tolakku halus.
“Tak apa, Yem. Kau hanya mengocok-ngocok saja..” Ia menggenggamkan penisnya ke tanganku dan menggerak-gerakkannya naik turun, seperti mengajarku bagaimana mengonaninya.
“Jangan, pak.. jangan..” protesku lemah. Tapi aqu tak bisa beranjak dan hanya menuruti perlaquannya. Sampai aqu mulai mahir mengocok sendiri.
“Na, gitu terus. Aqu sudah lama tak ketemu istriku, Yem. Sudah tak tahan mau dikeluarin.. Kau harus bantu aqu.. Kalo onani sendiri aqu sudah sulit, Yem. Harus ada orang lain yg mengonani aqu.. Tolong Yem, ya?” pintanya dgn halus. Aqu jadi serba salah. Tapi tanganku yg menggenggam terus kugerakkan naik turun. Sekarang tangannya sudah berada di sisi kanan-kiri tubuhnya. Ia menikmati kocokanku sambil merem melek.
“Oh. Yem, nikmat kali kocokanmu.. Iya, pelan-pelan aja Yem. Tak perlu tergesa-gesa.. oohh.. ugh..” Tiba-tiba tangan kanannya sudah menjangkau tetekku dan meremasnya. Aqu kaget, “Jangan pak!” sambil berkelit dan menghentikan kocokan.
“Maaf, Yem. Aqu benar-benar tak tahan. Biasanya aqu langsung peluk istriku. Maaf ya Yem. Sekarang kau kocoklah lagi, aqu tak nakal lagi..” Sambil tangannya membimbing tanganku kembali ke arah zakarnya. Aqu beringsut mendekat kembali sambil taqut-taqut. Tapi ternyata ia memegang perkataannya. Tangannya tak nakal lagi dan hanya menikmati kocokanku.
Sampai pegal hampir 1/2 jam aqu mengocok tetapi ia tak mau berhenti juga.
“Sudah ya, pak,” pintaqu.
“Jangan dulu, Yem. Nantilah sampai keluar..”
“Keluar apanya, pak?” tanyaqu polos.
“Masak kau belum tahu? Keluar spermanyalah.. Paling nggak lama lagi.. Tolong ya, Yem, biar aqu cepat sehat lagi.. Besok kau boleh libur sehari dah..”
Ingin tahu bagaimana spermanya keluar, aqu mengocoknya lebih deras lagi. Zakarnya semakin tegang dan merah berurat di sekelilingnya. Genggaman tanganku hampir tak muat. 15 menit kemudian.
“Ugh, lihat Yem, sudah mau keluar. Terus kocok, teruuss.. Ugh..” Tiba-tiba tubuhnya bergetar-getar dan.. jreet.. jret.. cret.. cret.. cairan putih susu kental muncrat dari ujung zakarnya ke atas sperti air muncrat. Aqu mengocoknya terus karena zakar itu masih terus memuntahkan spermanya beberapa kali. Tanganku yg kena sperma tak kupedulikan. Aqu ingin melihat bagaimana pria waktu keluar sperma. Setelah spermanya berhenti dan dia nampak loyo, aqu segera ke kamar mandi mencuci tangan.
“Tolong cucikan burungku sekalian, Yem, pake washlap tadi..” katanya padaqu. Lagi-lagi aqu menurut. Kulap dgn air hangat zakar yg sudah tak tegang lagi itu serta sekitar selangkangannya yg basah kena sperma..
“Sudah ya pak. Sekarang bapak tidur saja, biar sehat,” kataqu sambil menyelimuti tubuh telanjangnya. Ia tak menjawab hanya memejamkan matanya dan sebentar kemudian dengkur halusnya terdengar. Perlahan kutinggalkan kamarnya setelah mematikan lampu. Malam itu aqu jadi sulit tidur ingat pengalaman mengonani Den Sintho tadi. Ini benar-benar pengalaman pertamaqu. Untung ia tak memperkosaqu, pikirku.
Tetapi hari-hari berikut, kegiatan tadi jadi semacam acara rutin kami. Paling tak seminggu dua kali pasti terjadi aqu disuruh mengocoknya. Lama-lama aqupun jadi terbiasa. Toh selama ini tak pernah terjadi perkosaan atas vaginaqu. Tetapi yg terjadi kemudian malah perkosaan atas mulutku. Ya, setelah tanganku tak lagi memuaskan, Den Sintho mulai memintaqu mengonani dgn mulutku. Mula-mula aqu jelas menolak karena jijik. Tapi ia setengah memaksa dgn menjambak rambutku dan mengarahkan mulutku ke penisnya.
“Cobalah, Yem. Tak apa-apa.. Jilat-jilat aja dulu. Sudah itu baru kamu mulai kulum lalu isep-isep. Kalo sudah terbiasa baru keluar masukkan di mulutmu sampai spermanya keluar. Nanti aqu bilang kalo mau keluar..” Awalnya memang ia menepati, setiap hendak keluar ia ngomong lalu cepat-cepat kulepaskan mulutku dari penisnya sehingga spermanya menyemprot di luar mulut. Tetapi setelah berlangsung 2-3 minggu, suatu saat ia sengaja tak ngomong, malah menekan kepalaqu lalu menyemprotkan spermanya banyak-banyak di mulutku sampai aqu muntah-muntah. Hueekk..! Jijik sekali rasanya ketika cairan kental putih asin agak amis itu menyemprot tenggorokanku. Ia memang minta maaf karena hal ini, tapi aqu sempat mogok beberapa hari dan tak mau mengoralnya lagi karena marah. Tetapi hatiku jadi tak tega ketika ia dgn memelas memintaqu mengoralnya lagi karena sudah beberapa bulan ini tak sempat pulang menjenguk istrinya. Anehnya, ketika setiap hendak keluar sperma ia ngomong, aqu justru tak melepaskan zakarnya dari kulumanku dan menerima semprotan sperma itu. Lama-lama ternyata tak menjijikkan lagi.
Demikianlah akhirnya aqu semakin lihai mengoralnya. Sudah tak terhitung berapa banyak spermanya kutelan, memasuki perutku tanpa kurasakan lagi. Asin-asin kental seperti fla agar-agar. Akibat lain, aqu semakin terbiasa tidur dipeluk Den Sintho. Bagaimana lagi, setelah capai mengoralnya aqu jadi enggan turun dari ranjangnya untuk kembali ke kamarku. Mataqu pasti lalu mengantuk, dan lagi, toh ia tak akan memperkosaqu. Maka begitu acara oral selesai kami tidur berdampingan. Ia telanjang, aqu pakai daster, dan kami tidur dalam satu selimut. Tangannya yg kekar memelukku. Mula-mula aqu taqut juga tapi lama-lama tangan itu seperti melindungiku juga. Sehingga kubiarkan ketika memelukku, bahkan akhir-akhir ini mulai meremasi tetek atau pantatku, sementara bibirnya menciumku. Sampai sebatas itu aqu tak menolak, malah agak menikmati ketika ia menelentangkan tubuhku dan menindih dgn tubuh bugilnya.
“Oh, Yem.. Aqu nggak tahan, Yem.. buka dastermu ya?” pintanya suatu malam ketika tubuhnya di atasku.
“Jangan pak,” tolakku halus.
“Kamu pakai beha dan CD saja, Yem, gak bakal hamil. Rasanya pasti lebih nikmat..” rayunya sambil tangannya mulai mengkat dasterku ke atas.
“Jangan pak, nanti keterusan saya yg celaka. Begini saja sudah cukup pak..” rengekku.
“Coba dulu semalam ini saja, Yem, kalo tak nikmat besok tak diulang lagi..” bujuknya sambil meneruskan menarik dasterku ke atas dan terus ke atas sampai melewati kepalaqu sebelum aqu sempat menolak lagi.
“Woow, tubuhmu bagus, Yem,” pujinya melihat tubuh coklatku dgn beha nomor 36.
“Malu ah, Pak kalo diliatin terus,” kataqu manja sambil menutup dgn selimut. Tapi sebelum selimut menutup tubuhku, Den Sintho sudah lebih dulu masuk ke dalam selimut itu lalu kembali menunggangi tubuhku. Bibirku langsung diserbunya. Lidahku dihisap, lama-lama aqupun ikut membalasnya. Usai saling isep lidah. Lidahnya mulai menuruni leherku. Aqu menggelinjang geli. Lebih lagi sewaktu lidahnya menjilat-jilat pangkal payudaraqu sampai ke sela-sela tetekku hingga mendadak seperti gemas ia mengulum ujung behaqu dan mengenyut-ngenyutnya bergantian kiri-kanan. Spontan aqu merasakan sensasi rasa yg luar biasa nikmat. Refleks tanganku memeluk kepalanya. Sementara di bagian bawah aqu merasa pahanya menyibakkan pahaqu dan menekankan zakarnya tepat di atas CD-ku.
“Ugh.. aduuh.. nikmat sekali,” aqu bergumam sambil menggelinjang menikmati cumbuannya. Aqu terlena dan entah kapan dilepasnya tahu-tahu payudaraqu sudah tak berbeha lagi. Den Sintho asyik mengenyut-ngenyut putingku sambil menggenjot-genjotkan zakarnya di atas CD-ku.
“Jangan buka CD saya, pak,” tolakku ketika merasakan tangannya sudah beraksi memasuki CDku dan hendak menariknya ke bawah. Ia urungkan niatnya tapi tetap saja dua belah tangannya parkir di pantatku dan meremas-remasnya. Aqu merinding dan meremang dalam posisi kritis tapi nikmat ini. Tubuh kekar Den Sintho benar-benar mendesak-desak syahwatku.
Jadilah semalaman itu kami tak tidur. Sibuk bergelut dan bila sudah tak tahan Den Sinthoiregar meminta aqu mengoralnya. Hampir subuh ketika kami kecapaian dan tidur berpelukan dgn tubuh bugil kecuali aqu pakai CD. Aqu harus mampu bertahan, tekadku. Den Sintho boleh melaqukan apa saja pada tubuhku kecuali memerawaniku.
Tapi tekad tinggal tekad. Setelah tiga hari kami bersetubuh dgn cara itu, pada malam keempat Den Sintho mengeluarkan jurusnya yg lebih hebat dgn menjilati seputar vaginaqu meskipun masih ber-CD. Aqu berkelojotan nikmat dan tak mampu menolak lagi ketika ia perlahan-lahan menggulung CD ku ke bawah dan melepas dari batang kakiku. Lidahnya menelusupi lubang V-ku membuatku bergetar-getar dan akhirnya orgasme berulang-ulang. Menjelang orgasme yg kesekian kali, sekonyong-konyong Den Sinthoiregar menaikkan tubuhnya dan mengarahkan zakarnya ke lubang nikmatku. Aqu yg masih belum sadar apa yg terjadi hanya merasakan lidahnya jadi bertambah panjang dan panjang sampai.. aduuhh.. menembus selaput daraqu.
“Pak, jangan pak! Jangan!” Protesku sambil memukuli punggunya. Tetapi pria ini begitu kuat. Sekali genjot masuklah seluruh zakarnya. Menghunjam dalam dan sejurus kemudian aqu merasa memiawku dipompanya cepat sekali. Keluar masuk naik turun, tubuhku sampai tergial-gial, terangkat naik turun di atas ranjang pegas itu. Air mataqu yg bercampur dgn rasa nikmat di vagina sudah tak berarti. Akhirnya hilang sudah perawanku. Aqu hanya bisa pasrah. Bahkan ikut menikmati persetubuhan itu.
Setelah kurenung-renungkan kemudian, ternyata selama ini aqu telah diperkosa secara halus karena kebodohanku yg tak menyadari muslihat lelaki. Sedikit demi sedikit aqu digiring ke situasi dimana hubungan seks jadi tak sakral lagi, dan hanya mengejar kenikmatan demi kenikmatan. Hanya mencari orgasme dan ejaqulasi, menebar air mani!
Hampir dua tahun kami melaqukannya setiap hari bisa dua atau tiga kali. Den Sintho benar-benar memanfaatkan tubuhku untuk menyalurkan kekuatan nafsu seksnya yg gila-gilaan, tak kenal lelah, pagi (bangun tidur), siang (kalo dia istirahat makan di rumah) sampai malam hari sebelum tidur (bisa semalam suntuk). Bahkan pernah ketika dia libur tiga hari, kami tak beranjak dari ranjang kecuali untuk makan dan mandi. Aqu digempur habis-habisan sampai tiga hari berikutnya tak bisa bangun karena rasa perih di V-ku. Aqu diberinya pil kb supaya tak hamil. Dan tentu saja banyak uang, cukup untuk menyekolahkan adik-adikku. Sampai akhirnya habislah proyeknya dan ia harus pulang ke kota asalnya. Aqu tak mau dibawanya karena terlalu jauh dari orang tuaqu. Ia janji akan tetap mengirimi aqu uang, tetapi janji itu hanya ditepatinya beberapa bulan. Setelah itu berhenti sama sekali dan putuslah komunikasi kami. Rumahnya pun aqu tak pernah tahu dan aqupun kembali ke desa dgn hati masygul.

BUAT YANG MAU NONTON VIDEO BOKEP TERBARUNYA:
 WWW.BIOSKOPTRANS7.COM

                                 


BUAT YANG SUKA COLI DIMANA AJA YUK FOLLOW TWITTER NYA YA :

                                        .



BACA JUGA :
Cerita Bokep Sedarah
Cerita Bokep Terbaru
Cerita Bokep
Cerita Sex
Cerita dewasa
Cerita Bokep Perawan
Certa Bokep ABG

CERITA BOKEP - MENIKMATI GURU INGGRIS KU YANG ADUHAI

Nah untuk memulai, cerita ini terjadi beberapa tahun yang lalu, tepatnya pada saat berada di tingkat terakhir pendidikan SMU di salah satu sekolah swasta yang berada di kota tercinta kita Jakarta. Seperti biasa sekolah SMU ini juga di isi oleh murid murid yang banyak dan beragam, ada yang keturunan, ada yang pribumi, yang pasti ada yang keren keren dan cantik cantik, dan yang pasti juga kita semua asik he he.
                                                  POKER ONLINE TERPERCAYA

Nama saya Ryo (samaran doong), pria berbadan normal tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu ceper +/- 170-an lah. Dari dulu saya menggemari olahraga binaraga, yah yang penting ada bentuk aja gitu amit amit kali kalo kaya Arnold Swaz.. jijik lah yauu. Rambut pake gaya rada cepak doong Cuma bukan cepak ngehe ha ha ha. Waktu itu gue nyetir sendiri ke sekolah, kebetulan bo’il yang ada di rumah untuk gw pake tuuh mobil beremblem H gitu. So ceper doong, tinggal satu jengkal dari tanah boo rada susah sih masuk sekolah (sebel).

                          CAPSA ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA

Dah dulu ah ceritanya, jadi kepanjangan nanti pembaca bosen lage he he gak deeh. Waktu itu gue suka ngobrol ngobrol ama cowo cowo, tapi gue lebih suka menghabiskan waktu bresama cewe cewe, abis banyak cerita yang aneh aneh, lucu hi hi. Apalagi ce di skul kita kece kece, jadi gaul deeh ama die orang. Kalo cowo cowo ngobrolin mobil mulu ama cewe, biasanya suruh gw kenalin tuuh. Teman gw si Andi selalu nemenin ngobrol mobil, katanya ” Ryo lu pasang air filter doong ama kabel busi biar tambah kenceng.” Ha ha norak die, kaga tau isi bo’il gw kali yee. Kalo si Nonie suka ngajak ke café die bilang “Eh, lu kan baru beli baju baru tuuh, jalan yuuk weekend bareng.” Gitu deeh. Yaah obrolan obrolan high school deeh.
Nah satu niih yang dari dulu gak lepas dari pandangan gue, guru Inggris gue tuuh. Buset deeh. Sebut saja namanya Melia panggilannya sih Bu Lia gitu. Memang ada beberapa temen ce juga yang bahkan lebih cakep dan kece dari Bu Lia. Kadang kadang temen gw si Lani ngedumel “Ryo lu ngapain siih liatin tuh guru, mendingan lu liatin gue.” He he bukan begitu niih masalahnya, begini si Bu Lia nih mulai kerja di SMU kita semenjak tingkat dua.
Bu Lia adalah perempuan yang maasih berumur tidak terlalu jauh dari kita kita die Cuma beda 6 taon gitu. Parasnya manis, kulitnya putih mulus terlihat lembut terawat, matanya tidak terlalu sipit berbola mata coklat dengan bulu mata yang lentik tambah lipetan wow ngeliatin matanya aja bengong gue, dengan hidung yang pas tidak terlalu mancung tidak terlalu pesek plus rambut lurus ampe punggung, well kadang kadang di iket poni, kadang kadang di iket keatas pake jepit wow bayangin tuuh. Dengan tinggi badan ideal +/- 167an. Gue sering perhatiin dia selalu pake blouse dan pake rok ke sekolah, rapih deeh tapi keren. Katanya siih dia belajar di Aussie sebelom ngajar, dan waktu itu jg gue pernah nanyain juga ama do’i, “memang waktu di Australia Ibu belajar di mana?” dengan lembut dia menjawab “Ryo waktu itu saya belajar di TAFE untuk menjadi guru bahasa Inggris.” Duuh senengnya kalo denger suara do’i yang lembut gitu sama kalo lagi deket deket gitu kadang kadang blousenya rada tersingkap keliatan deeh Bra nya yang putih (jarang pake warna macem macem).
Laen gitu ngeliatin temen temen ce gue, dia orang tuuh temen gitu, nah kalo yang ini tuuh gak tau dari mana jantung gue musti berdebar debar, truss pengen tau aja apa siih di balik blousenya itu ama apa siih di balik rok nya itu. Bu Lia udah ampir dua taon ini gue perhatiin die musti pake rok yang selutut, memang ada beberapa jenis untuk beberapa setelan “seragam” nya do’i. Die sering baca novel roman, macem macem dan semuanya berbahasa inggris. Kadang kadang gue bertanya tanya dalam hati, “mm nih perempuan udah punya cowo blom yaah?” truss gw perhatiin gak pernah ada yang jemput do’i kalo pulang ngajar die dateng ke sekolah kalo jam ngajar aja, kelihatannya jarang bergaul dengan guru guru laen.
Nah kebetulan taon ini ada jam bahasa inggris terakhir, dari dulu siih sering ngobrol tapi so’al kerja’an sekolah aja. Suatu sa’at waktu do’i lagi beresin pekerjaan yang baru di kumpulin gue beraniin diri nanya “Bu Lia, ibu udah punya pacar bloom?” trus do’i jawab yang selama ini gw udah duga “blom tuuh, memang kenapa Ryo?” “Gak siih Bu, Cuma penasaran aja, boleh doong nanya.” Pause sejenak ” yaah memang Ryo, blom ada yang cock siih.” (oow asiik niih he he).
Semenjak itu di kelas kadang kadang suka keliatan do’i curi curi pandang ama gue, gue tau tapi cuekin aja lah. Naah namanya penasaran sekali sekali gue coba ikutin die pulang ke rumahanya, dia naik taxi gue ikutin tanpa sepengetahuan do’i. Rumahanya berada di salah satu komplex perumahan di Jakarta barat deket RCTI, wah ternyata do’i adalah wanita berada makanya jarang bergaul ama guru guru laen, dan gak heran kalo kulitnya mulus, pakaiannya keren keren, ama bau badannya haruumm he he.
Nah semenjak saat itu sering gue pegi ke kerumahnya tanpa sepengetahuan die dan temen temen, alesan gue balik istirahat. Untuk menghilangkan kecurigaan kecurigaan dari para satpam perumahan do’i sekali gue nongkrong di pos hansip ngasih tau (ama kasih tip) untuk ngejaga’in mobil gue yang gue parkir di sebelah gang rumah do’i, gue bilang ke satpam kalo gue ke rumah temen yang ada di situ. Rumahnya ternyata sepi, mungkin ortunya do’i kerja ampe malem. Kelihatannya do’i juga gak pake pembantu tapi pake maid yang datend dua kali seminggu.
                                                                  Agen Poker IDN
Gue selalu bawa video kamera di mobil, soalnya sapa tau di sekolah ada acara yang asik asik kan he he. By the way suatu hari gak sengaja gerbang terluar rumahnya gak di konci. Wah jantung gue rada berdebar debar, tapi gue kalemin dan nekat masuk gak lupa bawa video camera. Ruang tengah rumahnya luas, ada TV berukuran 42in wide screen lagi beserta audio lengkap, sofa kulit yang terawat, furniturnya tidak terlalu banyak tapi semua serasi. Mmm pake designner nih. Nah terdengar suara desiran air dari kamar yang berada di atas. “wah lagi mandi niih do’i” ngeres pikiran gue he he. Jantung udah dag dig dug gak karuan lagii. Trenyata kamarnya do’i gak di tutup lagi taugak luh ampir pingsan gue jantung rasanya mau copot tangan keringet dingin.
Wah ternyata kamarnya rada acak acakan, karena pake karpet (tebel) jadi ada baju bergeletakan di lantai nah ada Panty nya juga gues what gue ampe shock Do’i pake G-string warnanya merah, tapi branya normal putih polos ada juga yang aneh gue liatin kancing BHnya di depan “wow keren nih perempuan” pikir gue.
                                                             AGEN POKER
Tiba tiba suara air shower berhenti, dooh panick.. gue ngumpet di balik rak buku yang ada deket pintu kamarnya. Mmm dari tempat gue tuuh bisa kecium baunya fresh banget wow. Gue tunggu dag dig dug jantung berdebar takut kalo kalo die keluar kamar, 10 menit gue tunggu gak keluar keluar nih perempuan, trus gue denger suara kresek kresek dari ranjangnya die. Ada body mirror deket pintu ngadep ke ranjangnya Do’i gue berani’in diri ngintitip dari balik rak buku duh bayangin deh kayak taruhan kalo die ngadep ke sini ketauan deh gue kalo gak selameet. “kalo gak liat cabut ah buru buru!” gitu pikiran gue. 1, 2, 3 nah .. eeh ternyata die gak liat ke sini phuiih leganya.
Do’i ternyata lagi asik baca buku romannya ngadep ke jendela bantal di bawah dagunya. Anyway wah aman niih, pas mau cabut gue liat liat lagi ternyata do’i lagi asik banget ama novelnya. Die pake handuk kimono, rada tersingkap die goyang goyang kaki. Waah gak bisa terlewatkan niih pikir gue, jadinya gue gak jadi cabut. Woow pahanya mulus abiis trus karena posisisnya die lagi nyantai jadi agak mengkangkang tuuh.. waah bayangin deeh kesempetan. Itu pahanya keliatan ampe rada dalem deket selangkangannya waah langsun junior gue bangun gagah perkasa. Gw benerin dulu jadinya. Truss tiba tiba kedengeran dia kayaknya merubah posisi .. oops gw dieem gak napas, gue liat lagi ternyata die Cuma balik badan, tapi mukannya tertutup ama buku romannya tuuh.
Nah ini gile gue pikir “kesambet apa gue semalem yaah bisa ngeliat nih cewe asik bener ama bukunya sampe gak tau keaadaan sekitar.” Taugak posisi do’i sekarand rada terlentang tangan dua duanya pegang buku, kimononya rada tersingkap, kaki kirinya nekuk, walah gue bisa liat kakinya mulus abis dari ujung kaki ampe pantatnya yang mulus putih sama keliatan juga vaginanya dikit, kelihatannya die rawat tuh bulu, rapih gak banyak bagian luar bibir vaginannya mulus (di cukur). Waw ampir gak bisa napas gue sesek, gue pertahanin diri untuk diem sediem diemnya sambil terus record.
Gak tau gimana die megang bukunya Cuma pake satu tangan kali ini, nah tangan yang satunya buka kimono bagian atas, gues what langsung terlhat buah dadanya sebelah kiri yang putih dengan puting berwarna rada pink yang udah tegang, “duuh Bu Lia kenapa kamu begitu indah yaah.” Pikir gue. Kakinya yang satu di naekin juga, tapi kimononya malah nutupin vaginannya soalnya tangannya yang bebas itu megangin kimononya. Naah dua paha mulus mengkangkang. “wah Bu Lia Hornny berat niih.”
                                                          EDENPOKER
Tangannya yang bebas balik ke atas pelan pelan dadanya di sentuh memutar sampe ke puting trus dia plintir sembari di tarik putingnya trus dia mengeluh dikit pas ditarik kearas putingnya, dia buka lagi buah dadanya sebelah kanan, trus proses yang sama di ulang ulang sembari merapatkan kakinya mendesis “sstt..” mendesis lagi. Junior tuuh udah konak abis abisan nih ngeliat adegan kayak gini di depan mata. Do’i secara lembut memutar mutarkan jarinya di pitingnya satu satu perlahan lahan sembari mendesis. Karena udah keras banget tuh puting dua duanya sampe sampe eurolanya berbintik bintik sangking terangsangnya dia mulai menarik narik kecil putingnya, kadang gemes dia pelintir ke atas sembari mengeluh “aa..aa.aahh”. Sepertinya dia udah terangsang berat niih.
Sekali kali terlihat mukanya dari balik buku sembari memejamkan mata. Jadi gak keliatan deh gue he he .. (udah dag dig dug setengah mati) terlalu asik die. Lalu dia taro bukunya dan mulai memelintir kedua putingnya sekaligus, dia mengeluarkan suara mengeluh dan mengerang sambil dadanya di busungkan ke atas what a beautiful sight, oh god! Naah sekarang tangannya yang satu mencari cari ke bawah, dia tidak menyingkap kimononya, malah menggosok dari luar, begitu tangannya menyentuh bagian sensitif itu walaupun tertutup handuk do’i mengerang “AA .. aa ..aah .. sstt.. naa .. aagh.” Kakinya menjepit tangannya yang bergerak gerak sedikit. Lalu dia buka lagi pahanya lebar leabar (ada anduk niih ngehalangin).. anyway tangan satunya terus memelintir dan menarik puting nya yang sebelah kanan. Kakinya menjepit tangannya lagi sembari mendesis dan mengerang panjang kepalanya mendongak ke atas “ss.. sstt.. tt .. AA.. aa.aa.. uug.. hh.” Climax tuh kayaknya. Nah kesempetan cabut buru buru sebelom ketauan..           
Naah balik ke mobil dengan muka rada pucat, gue diem bulu di mobil menenangkan pikiran, tarik nfas dalam dalam beberapa kali, duduk pake ac di mobil ampe 5 menitan (shock berat). Trus gue langsung cabut balik kerumah. Di rumah gue coli sampe dua kali ngeliatin tuh hasil rekaman gue, haah lega rasanya. Malem harinya gue mulai mikir yang ngeres ngeres. Gue buat buat rencana yang aneh aneh, tapi gue juga masih ragu apa gue bisa gak coba ngejalanin rencana rencana tersebut. Jadi semaleman gue pikirin. Ke’esokan harinya gue ke sekolah gue dieem aja. Si Nonie sampe nanya “Heh Ryo kenapa luu koq rada pucet gitu nih hari sakit yaah?” “gak Non gue kurang tidur niih banyak pikiran mau mulai ngerangkum bahan ujian.” duuh alesan lagii.
Hari itu gue Cuma ngeliat Bu Lia sekali Sebelom Lunch masih kebayang kejadian yang terjadi kemaren rusak deeh pikiran gue.. Gue terus mikirin rencana sampe beberapa hari. Naah pas ada jam Bahasa Inggris terakhir gue bertekad untuk ngejelasin rencana yang gue udah bikin, untuk acara gue dan Bu Lia di Weekend yang akan datang mulai dari hari Sabtu ampe Senen.
BUAT YANG MAU NONTON VIDEO BOKEP ADIK KAKAK DAN AGEN PALSU YUK DI KLIK : WWW.BIOSKOPTRANS7.COM

                                 


BUAT YANG SUKA COLI DIMANA AJA YUK FOLLOW TWITTER NYA YA :


                                        .


Cerita Bokap - NIKMATNYA HISAPAN EVA ADIK ISTRIKU

Bandar Judi Online - Tiga tahun kemudian adik sepupu istriku Eva datang ke rumahku dan memintaku untuk membantu mencarikan PTS di kotaku. Aku dan istriku jadi repot dibuatnya karena harus mengantarkan dia untuk daftar, test dan cari kost. Selama membantu dia, aku mendapatkan pengalaman yang sangat menarik dan membuatku bertanya-tanya dalam hati.

Agen Poker Online Terpercaya - Selama aku membantunya mencarikan PTS di kotaku, dia sering mencuri pandang ke arahku dengan pandangan yang nakal, kemudian terseyum sambil memandang kejauhan. Hampir tanpa ekspresi, aku pun terdiam sampai dia berlalu. Aku terkejut bukan karena cara pandangannya kepadaku, tapi dia sendiri itu yang membuat jantungku berdetak lebih cepat. Aku kemudian berandai-andai, jika waktu berpihak kepadaku, jika keberuntungan mendukung, jika kesempatan mau sedikit saja berbaik hati. Mungkin juga aku yang terlalu berharap dibuatnya, sebenarnya batinku tidak setuju untuk menyebutnya begitu.
Agen poker - Sesungguhnya kita sering diganggu oleh ketidakpastian yang menghantui kotak pikiran, namun setelah kenyataan dihadapan mataku, maka baru sadar. Aku takut tidak dapat mengendalikan diriku lagi. Pada suatu hari dia datang ke rumahku, karena ada hari libur besoknya, dia mau menginap di rumahku. Hatiku jadi gelisah, aku ingin melakukan sesuatu, mengalirkan magma yang meledak-ledak dalam diriku. Tapi batin dan nuraniku melarangnya, tidak sepantasnya itu terjadi padaku dan sepupuku.
“Kak, tolong aku dong!” Pandangannya menusuk, menembus dadaku hingga jantungku, serasa ingin meloncat.
“Jika Kakak tak keberatan, Eva minta diajarin naik motor bebek”, matanya mengerling ke arahku serasa terseyum manis.
Taruhan Uang Asli - Belum pernah aku menerima tawaran seperti ini dari wanita. Kau telah menyentuh sisi paling rawan dalam hatiku. Aku mengangguk sambil tetap mencengkram wajahnya dengan tatapanku, sayang untuk dilepaskan. Wajahnya lembut, tenang dan dewasa, kalau saja tubuhnya setinggi minimal 175 cm, pastilah sudah menjadi bintang film sejak lama. Rambutnya sebahu, kulitnya kuning langsat, Pokoknya mantap!
“Mengapa memilih Kakak? Mengapa tidak kepada pacarmu atau temanmu yang lain?” tanyaku.
“Saya telah memilih Kakak”, katanya manja. Aku mulai menggodanya..
“Memilih Kakak?” Dia mengangguk lugu, tetapi semakin mempesona.
“Kalau begitu, jangan protes apa-apa, kamu Kakak terima menjadi murid, sederhana bukan?” kataku.
“Kakak akan menyesal jika melewatkan kesempatan ini, sebab Kakak ingin tercatat dalam hati sanubari Eva yang paling dalam sebagai orang paling berjasa menumbuhkan dan menyemaikan bakat naik motor kepada Eva gadis yang manis, kandidat peraih Putri Indonesia.” Tawanya meledak, matanya menyepit, bibirnya memerah. Pipinya juga, duhh..!
“Kapan Kak belajarnya?” tanya dia.
“Sekarang”, jawabku.
Kemudian kami pamit kepada istriku, dan aku mengeluarkan motor bebek, kuhidupkan mesinnya. Aku duduk di depan dan dia di belakangku, aku mencari daerah yang sepi lalu lintasnya. Setelah sampai di daerah yang lalu lintasnya kurasa sepi, aku menghentikan dan turun dari motor. Kemudian aku memberikan beberapa petunjuk yang diperlukan dan mempersilakan dia untuk duduk di depan dan aku di belakangnya. Beberapa menit kemudian motor mulai jalan pelan dan bergoyang-goyang hingga mau jatuh. Terpaksa aku membantu memegang stang motor, aku tidak sempat memperhatikan lekuk tubuhnya. Badannya sangat indah jauh lebih indah dari yang aku bayangkan. Lehernya yang putih, pundaknya, buah dadanya.. Akh..!
Poker Onlne Indonesia - Setelah aku membantu memegang stang, motor dapat berjalan dengan stabil, aku mulai dapat membagi konsentrasi. Aku merasakan kehangatan tangannya, telapak tanganku menumpuk pada telapak tangannya. Kuusap tangannya, dia nggak bereaksi, mungkin karena lagi konsentrasi dengan jalan. Kemudian aku merapatkan dudukku ke depan sehingga kemaluanku merapat pada punggung bagian bawah. Hidungku kudekatkan ke belakang telinganya, tercium bau wangi pada rambutnya. Aku mulai terangsang, kemaluanku mulai tegak di balik celana dalam yang kupakai.
Judi Capsa Online - Karena dia sudah mulai dapat menguasai motor, sementara aku masih dapat mengontrol diriku dengan baik, kutawarkan untuk latihan sendiri dan aku menunggu di warung saja. Tapi dia nggak mau, dia ingin aku tetap duduk di belakangnya. Aku jadi khawatir sendiri, kalau begini terus akan berbahaya, imanku kuat tapi barangku nggak mau diajak kompromi.
Akhirnya timbul dalam pikiranku untuk sekedar berbuat iseng saja. Kemudian aku pura-pura menjelaskan soal lalu lintas, aku merapatkan badanku sampai kemaluanku menempel di bawah punggungnya. Eva pasti juga dapat merasakan kemaluanku yang tegak. Tapi dia cuma diam saja, kubisikan di telinganya..
“Eva, kamu cantik sekali!” kataku dengan suara bergetar.
Tetapi dia tetap tidak bereaksi, kemudian aku meletakkan kedua tanganku di kedua pahanya. Rupanya dia tetap tidak bereaksi, aku jadi semakin berani mengusap-usap pahanya yang terbuka, karena dia memakai celana pendek.
“Akh.. Kakak nakal! Entar dimarahi Kak Lina lho, kalau ketahuan!”, katanya manja.
“Kalau Eva nggak cerita, ya.. Nggak ada yang tahu! Emang Eva mau cerita sama Kak Lina?” tanyaku.
“Ya.. Nggak sih”, katanya.
“Kalau gitu kamu baik dech”, kataku.
Karena mendapat lampu hijau aku semakin berani, kukatakan bahwa payudaranya sangat bagus bentuknya, lebih bagus dari punya kakaknya, Lina. Dia tampak senang.
“Kakak ingin sekali menyentuhnya, boleh nggak?” kataku meluncur dengan begitu saja.
“Akh.. Kakak nakal”, katanya manja.
Aku semakin nekat saja, sebab dari jawabannya aku yakin dia nggak keberatan. Kemudian tanganku pelan-pelan mulai menyentuhnya dan kemudian memegang penuh dengan telapak tanganku. Wah, rasanya keras sekali, kucoba meremasnya dan dia sedikit terkejut. Aku tidak dapat memegang lama-lama sebab harus membagi konsentrasi dengan jalan. Yang jelas kemaluanku semakin berdenyut-denyut.
Aku tersentak waktu dia mengerem motor dengan mendadak untuk menghindari lubang. Tubuhku menekan tubuhnya hingga membuat kesadaranku pulih, akhirnya aku memutuskan untuk mengajaknya pulang. Aku sempat melihat kekecewaan di matanya. Tapi mau bagaimana lagi itu jalan terbaik, agar aku tidak sampai terjebak pada posisi yang sulit nantinya.
Besok paginya, waktu aku mau berangkat bekerja, istriku memintaku untuk mengantarkan Eva dulu ke tempat kostnya. Tentu saja aku bersedia, malah jantungku menjadi berdebar-debar. Nggak lama kemudian Eva mendekati kami.
“Kak, antarin Eva dulu dong? Eva ada kuliah pagi nich! Teman Eva nggak jadi menjemput”, katanya.
“Ayo!” ajakku sambil masuk ke dalam mobil.
“Eva mau mandi dulu ya Kak!” katanya.
“Nggak usah, nanti keburu macet di jalan, mandinya nanti aja di kost.”, jawabku.
Di dalam hatiku aku sudah berjanji bahwa aku harus dapat mengendalikan diri. Sehingga selama dalam perjalanan aku banyak diam. Akhirnya dia mulai membuka pembicaraan..
“Kak, kok diam aja sih? Marah ya? Anterin Eva pulang!” kata Eva.
“Kakak cuma lagi kurang enak badan saja”, jawabku sekenanya.
Setelah sampai di depan rumah kostnya, dia minta aku untuk ikut masuk, mengambil mainan yang telah dibelikannya untuk anakku. Mulanya aku menolaknya, tapi karena dia mau buru-buru berangkat kuliah dan juga belum mandi, sedangkan kamarnya di lantai 3. Aku jadi kasihan kalau dia harus naik turun tangga hanya untuk mengambilkan mainan saja. Akhirnya aku mengikutinya dari belakang, aku sempat heran dan tanya kepada dia..
“Kok sepi sekali?”
Ternyata kata Eva semua sudah pada berangkat kuliah. Kemudian aku disuruh menunggu di kamarnya, sementara dia mandi. Setelah selesai mandi dia masuk ke kamar, wajahnya kelihatan segar.
“Lho kok nggak ganti pakaian?” tanyaku.
“Iya, tadi temanku kasih tahu kalau dosennya nggak masuk, jadi Eva nggak perlu buru-buru lagi.” katanya. Sementara aku duduk di tempat tidurnya, dia mengambilkan mainan yang akan diberikan pada anakku.
“Ini Kak”, katanya sambil duduk di sampingku.
“Wah bagus sekali. Terima kasih ya!” kataku.
Sewaktu aku mau berpamitan keluar, pandangan mataku beradu dengannya, hati ini kembali berdebar-debar, pandangan matanya benar-benar meluluh-lantakan hatiku dan menghancurkan imanku. Aku tidak jadi berdiri, kupegang tangannya. Kuusap dengan penuh perasaan, dia diam saja, kemudian kupegang pundaknya, kubelai rambutnya..
“Eva kamu cantik sekali”, kataku dengan suara bergetar, tapi Eva diam saja dengan muka semakin menunduk. Kemudian aku meletakkan tanganku di pundaknya. Dan karena dia diam saja, aku jadi semakin berani, kucium di bagian belakang telinganya dengan lembut, rupanya dia mulai terangsang. Dengan pelan-pelan badan Eva aku bimbing, kuangkat agar berada dalam pangkuanku.
Sementara kemaluanku semakin menegang, usapan tanganku semakin turun ke arah payudaranya. Aku merasa nafas Eva sudah memburu seperti nafasku juga. Aku semakin nekat, tanganku kumasukan ke dalam kaosnya dari bawah. Pelan-pelan merayap naik ke atas mendekati panyudaranya, dan ketika tanganku sudah sampai ke pinggiran payudaranya yang masih tertutup dengan BH-nya, kuusap bagian bawahnya dengan penuh perasaan, dia menggelinjang dan menoleh ke arahku dengan mulut sedikit terbuka.
Aku jadi tidak tahan lagi, kutundukan muka kemudian mendekatkan bibirku ke bibirnya. Ketika bibir kita bersentuhan, aku merasakan sangat hangat, kenyal dan basah. Aku pun melumat bibirnya dengan perasaan sayang dan Eva membalas ciumanku, pelan-pelan lidahku mulai menjulur menjelajahi ke dalam mulutnya dan mengkait-kaitkan lidahnya, membuat nafas Eva semakin memburu.
Tanganku pun tidak tinggal diam, kusingkapkan BH-nya ke atas, sehingga aku dapat dengan leluasa memegang payudaranya. Aku belum melihat tapi aku sudah dapat membayangkan bentuknya, ukurannya tidak terlalu besar dan terlalu kecil, sehingga kalau dipegang rasanya pas dengan telapak tanganku. Payudaranya bulat dengan punting yang tegak bergetar seperti menantangku. Kuusap dan kuremas, Eva mulai merintih.
Kemudian Eva kurebahkan di kasur, kulepas kaosnya dan BH-nya sehingga tampak pemandangan yang sangat menakjubkan. Dua buah gundukan yang berdiri tegak menantang, kupandangi badannya yang setengah telanjang. Kemudian mulutku pelan-pelan kudekatkan ke buah dadanya, dan ketika mulutku menyentuh buah dadanya, Eva merintih lebih keras. Nafsuku semakin naik, kuciumi susunya dengan tidak sabar. Putingnya kukulum dengan lidahku, kuputar-putar di sekitar putingnya dan susunya yang sebelah kuremas dengan tanganku.
“Aduuhh.. Ahh.. Ah”, Eva semakin mengerang-erang dan dengan gemas putingnya kugigit-gigit sedikit.
Badannya menggelinjang membuatku semakin bernafsu untuk terus mencumbunya. Sekarang tanganku mulai beroperasi di daerah bawah, kubuka celana pendeknya hingga sekarang hanya mengenakan celana dalam saja, rupanya celana dalamnya sudah basah. Akhirnya kulepas sekalian, sehingga tampak vaginanya yang masih kencang dan ditumbuhi rambut yang tidak banyak, membuat kemaluanku semakin tegang.
Kubersihkan vaginanya dengan bekas celana dalamnya. Kemudian kupandangi dan kuusap-usap dengan penuh perasaan, Eva tampak sangat menikmati sekali, dan saat jariku menyentuh klitorisnya, Eva menggelinjang dengan keras. Sementara klitorisnya masih kuusap-usap dengan jariku, Eva semakin menggeliat-liat. Pada saat itu aku ingin sekali mencium vaginanya, karena sudah terangsang sekali. Saat aku mau menunduk untuk mencium, kuangkat tanganku tapi pada saat itu dia langsung merapatkan kedua pahanya dan badannya tegang sekali dan tersentak-sentak selama beberapa saat.
“Aahhkk.. Oohh.. Kak, aahh!”
Akhirnya Eva diam beberapa saat, kudiamkan saja, sebab dia baru saja merasakan orgasme. Tubuhnya terkulai lemas, aku jadi kasihan sehingga senjataku juga ikut-ikutan turun. Dengan penuh rasa kasih sayang aku menghampirinya, duduk di pembaringan sejajar dengan buah dadanya dan menghadap ke arah wajahnya. Tubuhnya kututupi dengan selimut. Kubelai rambutnya dan kucium keningnya, rupanya dia terharu dengan perilakuku. Baru saja aku mau berdiri, tanganku diraihnya, kemudian aku duduk lagi, tahu-tahu tangannya sudah ada di atas pahaku.
“Kak, baru kali ini Eva merasakan sensasi yang sangat luar biasa nikmatnya, sebab yang namanya disentuh oleh laki-laki Eva belum pernah, apalagi pacaran. Jadi Kakak adalah orang yang pertama yang menyentuh Eva, tapi Eva senang kok Kak. Tadi Eva merasakan nikmatnya sampai tiga kali Kak, Eva sangat puas Kak!”
Dalam hatiku bertanya mengapa bisa sampai 3 kali, padahal aku kira cuma sekali. Pantas dia langsung KO. Mungkin karena dia tidak pernah dijamah laki-laki, jadi tubuhnya sangat sensitif sekali.
“Kok diam saja, Kak? Apa Kakak juga udah puas?” tanyanya.
“Eva nggak usah pikirin Kakak, yang penting kamu sudah dapat merasakan nikmatnya orang bercumbu yang seharusnya belum boleh kamu rasakan. Sekarang Kakak mau berangkat bekerja dulu, oke!” kataku.
“Kak gimana caranya biar Kakak juga bisa merasakan nikmat”, katanya dengan lugu. Tangannya yang masih ada di atas pahaku tahu-tahu sudah melepas sabukku dan membuka celanaku.
“Biar Eva juga mau pegang punya Kakak seperti tadi Kakak pegang punya Eva, tadi waktu Kakak pegang memek Eva dan mengusap-usap, Eva mendapat kenikmatan luar biasa, berarti kalau punya Kakak Eva pegang dan diusap-usap pasti Kakak juga merasa nikmat”, katanya sok tahu.
Sekarang celana dalamku sudah kelihatan dan Eva mulai memegang dan meremasnya dari luar. Kemaluanku jadi tegak dan menyembul keluar dari celana dalamku. Dia terkejut dan takjub, “Wuah besar sekali.” Kalau sudah begini aku jadi lupa lagi dengan diriku, aku menurunkan celana dalamku agar dia dapat leluasa memainkannya. Kemaluanku yang sudah sangat tegak digenggamnya dengan telapak tangannya dan diremasnya.
“Akh.. Eva, enaakk”, dia tambah bersemangat. Jari-jarinya mengusap-usap kepala kemaluanku.
“Eva, teruskan sayang..” kataku dengan ketegangan yang semakin menjadi-jadi. Aku merasa kemaluanku sudah keras sekali. Eva meremas dan mengurut kemaluanku semakin cepat.
“Eva!” seruku.
“Kakak akan terasa lebih nikmat kalau Eva mau menciumnya!”
Kemudian kupindahkan kepalanya di pahaku dan susunya menempel dipunggungku, aku ajari dia, mulanya kusuruh cium batang kemaluanku kemudian kusuruh jilati dengan lidahnya. Aku merasakan sesuatu yang lain yang tidak kualami jika dengan istriku, mungkin karena Eva masih gadis, lugu dan tubuhnya belum pernah dijamah sedikitpun oleh laki-laki.
Rupanya Eva juga menikmati dan mulai terangsang. Karena posisi kami kurang bebas, aku membimbing Eva bangun dari pembaring dan duduk di lantai sementara aku tetap duduk di pembaring, sehingga mukanya tepat di depan selangkanganku. Kini dengan leluasa dia dapat melihat kemaluanku yang semakin keras. Kemaluanku terus dipandangi tanpa berkedip, dan rupanya makin membuat nafsunya memuncak.
Mulutnya perlahan mulai didekatkan ke arah kemaluanku dan bibirnya mengecup kepala kemaluanku, tangannya memegang pangkal kemaluanku. Mulutnya mulai ditempelkan pada kepala kemaluanku dan lidahnya kusuruh menjilati ujungnya. Dan aku mulai menyuruhnya untuk dikulum di dalam mulutnya, mulutnya mulai dibuka agak lebar dan kemaluanku bagian ujungnya mulai dikulum, aku semakin keenakan.
“Eva.. ennaak! Terus sayang, masukan terus lebih dalam lagi, nah.. Begitu sayang.”
Rambutnya kuusap-usap dan kepalanya pelan-pelan kutarik kemudian kudorong lagi ke arah kemaluanku. Rupanya dia tahu maksudku, kemudian dia maju mundurkan kemaluanku di dalam mulutnya. Aku merasa sudah nggak tahan, apalagi sewaktu Eva melakukannya semakin cepat. Ketika aku merasa spermaku mau keluar, pelan-pelan kutahan gerakan kepalanya, maksudku mau menarik kemaluanku keluar dari mulutnya. Tetapi dia malah melawan gerakanku, dengan memegang pangkal kemaluanku lebih kuat dan mempercepat gerakannya. Akhirnya aku tidak dapat menahan lebih lama lagi..
“Aahh, aahh, aahh..!”
Spermaku keluar di dalam mulutnya dengan rasa nikmat luar biasa dan badanku sampai tersentak-sentak. Kemudian kemaluanku kutarik dari mulutnya. Aku melihat di mulutnya belepotan dengan spermaku, kuangkat dia dan kududukkan di pahaku, tanganku yang sebelah kiri menopang kepalanya, sedangkan tanganku yang kanan membersihkan mulutnya.
“Kamu pintar sekali, Kakak mendapatkan kenikmatan yang luar biasa”, kataku berbisik.
“Eva.. Juga Kak, sekarang Eva merasakan tulang-tulang Eva seperti lepas!” Kemudian kuangkat tubuhnya yang masih telanjang, kurebahkan di pembaringan. Aku sendiri merapikan pakaian dan langsung pamit pulang.
Setelah kejadian tersebut aku sangat merasa menyesal, tapi lagi-lagi sudah terlambat, tapi hatiku mengatakan tidak ada yang terlambat, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Aku kembali berjanji dalam hatiku cukup sampai di sini.

BUAT YANG MAU NONTON VIDEO BOKEP ADIK KAKAK DAN AGEN PALSU YUK DI KLIK : WWW.BIOSKOPTRANS7.COM

                                 


BUAT YANG SUKA COLI DIMANA AJA YUK FOLLOW TWITTER NYA YA :


                                        .

BOKEP BARAT - KONAK SANGE AKIBAT ANAK TIRI

BOKEP BARAT - KONAK SANGE AKIBAT ANAK TIRI Download bokep gratis  - BOKEP BARAT - KONAK SANGE AKIBAT ANAK TIRI   kocokmaniac,blogspot....