BOKEP UPDATE SETIAP HARI | AGEN POKER TERBAIK POKER899

POKER899.VIP AGEN POKER ONLINE TERBAIK DAN TERBESAR

DAFTAR DAN GABUNG DI SITUS POKER ONLINE TERBESAR INDONESIA SEKARANG JUGA !

FILM BOKEP JEPANG JAV FULL MOVIE TERBARU!!!A

BUAT YANG INGIN MELEPASKAN HASRAT LANGSUNG KLIK !!!!

AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA

AYO GABUNG DAN DAPATKAN BONUS DAN JACKPOTNYA SEKARANG !!!

POKER ONLINE TERBAIK DAN TERPERCAYA

LANGSUNG MENJADI BOS DAN MULAI KEKAYAANMU SEKARANG !!!!

VIDEO BOKEP BARAT JEPANG DAN NGENTOT TERBAIK

UNTUK YANG SUKA COLI DIMANA SAJA KLIK YAA !!!!!

AGEN POKER TERBAIK INDONESIA

Cerita ngentot - Nikmatnya Miya ABG MALL Jakarta

-Agen Judi Bola   Jumat malam kemarin saat aku pergi mall karena laper aku ingin makan di salah satu resto yang ad di mall, saat sampai dan duduk di dalam pandanganku tertuju pada gadis ABG yang amoy sedang di pinggir dan memandang kebawah, dengan memakai pakaian yang ketat yang celana gemes aku lihat pahanya sungguh mulus sekali, dari samping toketnya agak sedikit gak terlihat.
                                                  -Agen bola Judi
http://108cash.com/promo/
Aku pun tertarik untuk mendekatinya kusmperin dia dan bertanya



"ngeliatin apa si". Dia menoleh, woo cantik nian, matanya sipit, hidungnya mancung dan bibirnya mungil memberikan senyum manisnya kepada aq.

"Nunggu temen, om". "Mangnya janjian ya".


"Iya katanya mo nonton, tapi dah jam segini gak nongol juga, kesel deh Miya".

"O namanya Miya toh, kenalin", kataku memperkanalkan diri sambil mengulurkan tangan. Dia menjabat tanganku.

 "Iya om, aku Miya".









Tangannya tak kulepaskan malah dengan jari telunjukku kukilik telapak tangannya yang sedang kujabat itu.

"Ih, si om iseng deh", katanya sambil tetap tersenyum.

Karena dia menghadap ke aku, aku bisa melihat bentuk toketnya, masih imut, mungkin umurnya masi muda.

"Sekolahnya kelas berapa".

"Kelas 1 om". "Wah abege banget. Dah temennya gak dateng kali, ikutan makan yuk, aku laper nih", kataku sambil menggandeng tangannya menuju ke resto.
Dia ngikut aja. Sambil makan, dia kuguyoni.

"Nunggu temen cowok ya".

enggak kok om, cewek".

"Kok nonton ma cewek, mana asik?"

"Kan cuma mo nonton om, mangnya di bioskop mo ngapain pake asik segala".

"Ya nonton sembari....", kataku sambil memutuskan ucapanku, aku pengen liat reaksinya gimana.

"Sembari apaan om", aku berhasil membuatnya penasaran.

"Sembari ngapain ya kalo dibioskop".

"Ya nonton lah om, emangnya om kalo nonton sembari ngapain".

"Tergantung temen nontonnya".

"Kok tergantung temen nonton, kan ke bioskop mo liat filmnya".

"Iya, tapi kalo ditemeni abege secantik Miya, jadi gak merhatiin filmnya deh".

"abis merhatiin apa?"

"Ya merhatiin kamu lah, abis kamu cantik banget".

"Ih om gombal deh, Miya biasa aja kok".

"Temen kamu gak dateng, trus nonton ma aku mau gak?"

"Tapi nonton ya om, gak yang lain".

"Tapi nontonnya ditempatku".

"Kok ditempat om".

"Biar private nontonnya, berdua aja, mau gak".

"Mangnya mo ngapain om berdua aja".

"Ya bisa sembari ngobrol, makan minum".

"Kan sekarang dah makan minum, mangnya om masi laper".

"Ya enggak makan berat kaya gini, makanan ringan lah".

"Kapuk kali ringan".

"Mau gak nonton ditempatku".

"Mangnya om punya film apa?"

"Filmnya asik lah pokoknya, mau ya".

"Rumah om jauh gak?"

"Napa, besok kan libur skolah kan, pulang maleman gak apa kan, ato pulang pagi aja sekalian biar gak masuk angin".

"Maunya, ntar gak masuk angin tapi kemasukan yang laen lagi".

"Mangnya perna kemasukan yang laen?" Dia diem aja.

"Ma cowoknya ya".

"Gak tau ah, om kok nanya gituan sih".

"Kan tadi kamu yang bilang kemasukan yang laen. dah pernah ya kemasukan yang laen, nikmat kan?" Dia diem aja lagi.

"Nikmat kan kalo kemasukan".

"Gak tau ah".

Aku membayar makanannya dan mengajaknya keluar resto. "Ketempatku ya".

"Tapi jangan dimsukin ya om". "Napa, kan enak kalo dimasukin".

"ak ah, takut". "Udah pernah aja kok takut si".

"Sok tau, kata siapa Mey-Mey dah perna kemasukan".

"Ya nebak aja, udah pernah kan, kayanya si udah".

"Gak tau ah". Aku menggandengnya ke baemnet menuju ke mobilku. Dia tidak menolak waktu kuajak masuk mobil, kemudian mobil meluncur meninggalkan basement mal menju ke apartmenku.

"Kok ke apartmen? Om tinggak disini ya". "Iyalah". Dari basement apartment, dia kugandeng ke lift dan lift meluncur menuju lantai 35. Dia nurut saja ketika kugandeng keluar lift menuju ke apartmentku.

Dia duduk di sofa, aku duduk disebelahnya. "Mey, kamu tu sebenarnya mo ketemu siapa si di mal?" "Temen, om, kan Miya dah bilang tadi".

"Tapi gak buat nonton kan", sambil menatap matanya yang sipit. "Kok om tau si". "Ya tau lah,



ngapain juga cewek abege secantik kamu sendirian gelisah di mal, pasti ada yang ditunggu dan pasti gak buat perginonton.

Mo ngapain sih, jujur deh ma aku, kamu gak bisa boong kok".

"Bener kok om, Miya nunggu temen".

"Tapi gak buat nonton kan".

"Iya juga seh, om pinter banget si nebaknya".

"abis nungguin sapa".

"Nungguin temen om, Miya mo dikenalin ma om om".

"Kan akhirnya kenalan ma aku".

"Ya sih om, makanya Miya mau om ajak ke apartment om".

"Mangnya kamu sering ya maen ma om om".

"Blon perna kok om".

"Biasanya maennya ma siapa".

"Ma cowok Miya om".

"Sering?"

"Sering juga om, ampir tiap malming kita maen, abis nikmat seh".

"Besok maen lagi ma cowok kamu". "enggak om, dia lagi tugas kluar kota".

"O cowok kamu dah kerja toh, bedanya jauh dong ma kamu".

"Iya om, dia dah lulus skolanya, jadi dah kerja, 19 taonan lah bedanya".

"Pantes kamu jadi cepet matengnya".

"Mangnya Miya mangga, pake mateng segala".

"Trus napa kamu dikenalin ma om om".

"Kata temen Miya lebi nikmat maen ma om om katimbang ma cowok ndiri, makanya Miya jadi penasaran, pengen nyobain, kaya apa si nikmatnya".

"Jadi mau ya maen ma aku".

"Ya maulah om, kalo gak mau ngapain juga Miya ikut ma om ke apartment. Katanya om mo muterin film, film bokep ya om".

"Aku gak ada film kok".

"abis mo langsung maen ya om".

"Kamu mijitin aku dulu ya".

"Miya gak bisa mijit kok om".

"Gak apa, aku tu pengen dielus2 ma kamu kok, bisa kan ngelus2". Dia tersenyum, manis sekali. Aku masuk ke kamarku duluan. Dikamar aku mengganti pakean dengan celana pendek dan kaos, kemudian aku memanggil Miya masuk.

Aku berbaring telungkup di ranjang dan dia mulai memijit kakinya, mulai dari telapak kaki sampai ke paha. "Om suka olahraga ya, ototnya kenceng gini", katanya.

"Iya Mey, suka fitnes, mau ikutan?"

"Boleh, kapan om fitnes, Miya ikutan ya", jawabku.

"Semua otot kan mesti kenceng Mey, kalo gak kenceng mana bisa dipake".

"Dipake ngapain om".

Aku hanya tersenyum tidak menjawab pertanyaannya yang terakhir. Dia sengaja memijat bagian paha sebelah dalam,. “ Aduh Mey enak tapi geli, tu bisa mijit, katanya gak bisa. suka mijitin cowok kamu ya Mey".

"He eh, dia yang ngajarin mijit om", sahutnya.

Aku mengangkangkan pahaku dan sesekali disenggolnya selangkanganku, ada sesuatu yang keras didalamnya. Aku udah mulai terangsang dan ngaceng. Pijatan beralih ke pantat dan punggungku. Bagian ini masih tertutup celana pendek dan kaos.

"om enaknya kaosnya dibuka deh supaya mijetnya bisa tuntas", katanya dan aku langsung melepas kaos dan kembali telungkup.

Punggungku juga berotot. Pijatannya mulai dari bagian bahu. Dia mengambil posisi mengangkangi badanku. Setelah bahu dan punggung, kini pijatannya mengarah ke bongkahan pantatku.
Mulanya dia memijat dari luar celananya, tapi gak bisa tuntas. "om, celananya mengganggu nih", katanya.

"Dilepas aja ya Mey", jawabku sambil langsung melepas celana pendeknya.

Sekelebat tampak kon tolku menonjol sekali dibalik cd, besar dan panjang dan sudah keras sekali. Aku kembali menelungkup. Pijatan mulai mengeksploitir bagian pantat dan pangkal paha. Jarinya memijit belahan pantat dan hampir menyentuh biji pelerku.

Selesai dengan pantat, dia minta aku telentang. kon tolku yang besar dan panjang sampai kepalanya nongol dari bagian atas cdku.

"Ih om, ngaceng ya", katanya manja sambil menduduki kon tolku. Terasa sekali kon tol itu mengganjal pantatnya. Dia mulai lagi dari bahu, untuk melemaskan bagian itu. Perlahan-lahan lalu turun ke bawah kedadaku.

Aku tersenyum saja memandangi wajahnya. "Kamu cantik sekali Mey", kataku merayu. Dia sengaja menggeser2 pantatnya di kon tolku. Pentilku mengeras, dan sesekali dipilinnya. Dia minta aku menarik nafas ketika dipilinnya pentilku lalu pelan-pelan menghembuskannya.

"Mey", lenguhku. "Kenapa om, sakit ya pijitan Miya". "Enggak sakit kok Mey, merinding semua badanku". Setelah puas memlintir pentilku dia mulai turun ke perut.

Perutku kencang dan tidak berlemak, kepala kon tolku yang nongol dari atas cd seakan mengundangnya untuk meremasnya. Dia juga terangsang melihatnya. Dari perut dia mulai menelusur bawah sampai menyentuh kepala kon tolku.

Aku memejamkan mata sementara dia terus memijit lembut dipangkal paha sampai keselangkangan sambil sesekali menyenggol kon tolku dengan menggosokkan punggung tangannya kekon tolku. Perlahan jarinya diselipkan di karet cdku dan menurunkan cdku perlahan2 sampai lepas.

Nongollah kon tolku yang berdiri tegak, besar dan panjang dengan bulu rambut yang lebat bersambung sampai kepusar dan dada. "Pegang" kataku singkat dan diapun menuruti sambil mengusap pelan-pelan. Tanganku mulai berkeliaran, membuka t shirtnya, bra kemudian celana pendeknya.

Tinggal CDnya yang belum kulepas. Dia kubaringkan dan kemudian aku melumat bibirnya, dan terus menjilat sampai ke toketnya yang imut dengan pentil yang merah coklat. Saat aku mengulum toketnya, dia mulai menggelinjang apalagi jariku mulai menerobos CDnya dan dengan lembut menggosok bibir no noknya.

Dia bergetar sambil berdengus pendek "Uh..uuh..uuhh..". CDnya kemudian kulorotkan dan kubuka pahanya lebar-lebar. Aku tertegun melihat bibir no noknya yang tipis memerah yang diselimuti jembut yang lebat.

"Mey, jembut kamu lebat sekali ya. Pasti napsu kamu besar ya". Dia diem saja karena sudah sangat terangsang akibat jilatanku diselangkangnya. "om", dia mendesah ketika lidahku mulai beroperasi ketengah-tengah no noknya.

Gerakan refleksnya menarik paha keatas dan posisi yang kian membuka menambah leluasa lidahku bekerja lebih dalam keno noknya.

Cairan no noknya mulai tumpah membuat aku tambah ganas, dan mulai menyedot keras it ilnya. Ujung lidahku bermain lincah, dalam, menelusuri menggesek permukaan dalam no noknya membuat dia tambah bergetar menahan rangsangan kenikmatan.

"Uh..uuhh..uuuhhh.." erangannya tambah keras dan pahanya menjepit keras kepalaku dengan kaki yang melingkar kepunggungku. Aku memutar tubuhku pelan sambil terus menyedot no noknya. Posisi 69, dia kusuruh mengulum kepala kon tolku yang besar itu. Lidahnya mulai bermain diantara belahan kepala kon tolku.

Kami berpacu terus dengan posisi 69 sampai "oom...uuuuhhhh..", badannya menggelinjang hebat sambil mengerang keras dengan suara tertahan karena kepala kon tolku masih terbenam dalam mulutnya. Dia dah nyampe dan kulepaskan kon tolku dari mulutnya.

Aku masih telentang dengan kon tolku masih tegak karena belum tuntas. Aku menyuruhnya naik keatas perutku. Aku berbaring dengan bantal 3 susun dipunggung dan kepala, sambil menyuruh dia duduk diatas kon tolku yang sengaja diposisikan kearah pusar.

Dia duduk mengangkang dengan bibir no nok menempel dikon tolku, dia mulai menggerakan pantatnya maju mundur perlahan. "Ah..nikmatnya Mey", gumamku sambil menahan kenikmatan karena goyangan pantatnya.

Ternyata dia dah pengalaman juga dalam urusan perlendiran ini. Beberapa saat kurasa cairan no noknya mulai mengalir membasahi kon tolku, dia makin terangsang. Gesekannya makin menggila membuat dia tersentak-sentak saking nikmatnya.

Aku mulai meremas2 toketnya yang imut. "Isap ..om" dan aku melengkungkan badanku berusaha mengulum toketnya. "Uuuhhh..uuuuhhh.., terussss oom...", pintanya sambil bertambah cepat menggesek no noknya kekon tolku.

Lebih dari 15 menit kemudian dia mengerang tersendat kenikmatan. Aku tau dia akan nyampe lagi, "Ayo putar badanmu" dan secepatnya dia berbalik dengan no noknya menantang didepan mulutku. Dia menarik pantatnya dan lagi-lagi kusedot bibir no noknya sambil sesekali lidah kujulurkan mengilik it ilnya.

Kon tolku terbenam lebih dari separuh dimulutnya, kepalanya turun naik mengocok kon tolku dalam mulutnya. Erangan tertahan dan desahan kenikmatan mengiringi puncak permainan. Tiba-tiba dia menekan pantatku kuat-kuat kemulutnya sambil mendesah panjang dengan kon tolku dimulutku.
"Oom..ooohh".

Akupun demikian, kukepit kepalanya dengan kaki dan "creet..creet..creeettt... pejuku ngecret semuanya dimulutnya.

"om, belum dimasukin udah nikmat gini ya, apalagi kalo dimasukin", desahnya.
"Kamu mau dimasukin Mey, ", jawabku.

"om, Miya laper". "Ya udah, kita mandi dulu, terus baru cari makan malem". Dikamar mandi, kita saling menyabuni. kon tolku ngaceng lagi, dikocok2 nya kon tolku pelan2.

"om kon tolnya besar banget sih". Selesai mandi, dia memakai pakaiannya kembali. Kemudian aku pergi dengannya ke warung didepan komplex untuk cari makan malam.

Selesai makan malam, kita kembali keapartment lagi. aku memutar film biru. Dengan 2 bantal besar diatas karpet tebal kami berdua duduk berdampingan sambil nonton film. Permainan panas di film itu membuat dia mulai bergerak menempel kebadanku dan kemudian rebah diatas pahaku.
Aku mengulum bibirnya dengan lembut sambil tanganku mulai bergerak dengan sentuhan halus ke toketnya yang masih dilapisi bra itu. Dia menggelinjang saat aku mulai agresif memainkan pentilnya. "Ayo om..gesek lagi ya..!" pintanya bernafsu. Dia mencium tanganku dan menjilati jari-jariku.

Kemudian aku melepaskan tanganku dari ciumannya dan kembali meremas toketnya dari balik kaosnya. Tanganku menyusup masuk kebalik branya. Kupilin pentilnya secara bergantian. Dia makin menggeliat karena napsunya sudah memuncak.

Tanganku ditariknya menjauh dari toketnya. Dibawa ke arah perutnta. Segera aku mengilik2 pusernya sampai dia menggeliat kegelian, "om geli". Tanganku segera menyusup ke bawah berusaha merayap terus ke bawah menyelip kedalam cdnya sampai menyentuh jembutnya.

Jangkauanku kini maksimal, padahal target belum tercapai. Dia menaikkan badannya sedikit dan kini jari-jariku bisa mencapai belahan no noknya. no noknya sudah basah, sehingga jari tengahku dengan mudah menyusup ke dalam dan menemukan it ilnya yang sudah mengeras.

Aku lalu memainkan jari tengahku. Pinggulnya mengikuti irama sentuhan jari tengahku. Dia menggelinjang.

"om, lepasin pakean Miya, om, semuanya", pintanya. Segera aku mengangkat t shirtnya keatas, dia mengangkat tangannya keatas untuk mempermudah aku melepas t shirtnya. Kemudian aku melepas pengait bra dan menarik celananya bersama cdnya, dia mengangkat pantatnya untuk mempermudah aku melepasnya.

Setelah dia berbugil ria, segera akupun melepas semua yang menempel dibadan. kon tol besarku sudah tegak dengan kerasnya. Kami berbaring di karpet ruang tengah dalam keadaan telanjang bulat. Dia mengocok2 kon tolku dengan cepat dan keras, sebentar saja sudah ngaceng lagi.

"om kuat banget ya, tadi baru ngecret udah ngaceng lagi", katanya.

"Abis dikocok sama kamu sih, kamu juga mau lagi kan Mey".

"Iya om, Miya kepingin disodok kon tol om".

Ketika mengocok2 kon tolku dia sudah terangsang juga, no noknya sudah basah, apalagi ketika ngocok kon tolku, aku ngitik2 it ilnya. Aku telentang dan dia menaiki tubuhku. Dengan posisi setengah merayap, dia menjilati mulai dari bawah kon tolku keatas, berputar sejenak di celah kepala kon tolku kemudian mulai dengan mengulum lembut sambil mulutnya turun naik mengocok kon tolku.

"Ooohhhh...ooouuuhhh", giliranku bergumam tidak jelas. Puas mengocok kon tolku dengan mulutnya, dia langsung duduk diatas perutku dan diarahkan kon tolku kebibir no noknya yang sudah basah.

"Aaahhhh...!" desahnya sambil mencengkeram dadaku ketika kon tolku amblas kedalam no noknya dengan mulus. Kocokan demi kocokan dipadu goyangan pantatnya membuat kami berdua sama-sama merem melek dengan desahan-desahan panjang berulang-ulang.

Dengan kon tol yang masih menancap ketat pada no noknya, aku memintanya menurunkan badannya kebelakang sambil kedua tangannya bertopang kebelakang, aku menyodokkan pantatku kedepan. Luar biasa...kon tolku seolah-olah tertarik kalau pantatnya bergerak kebelakang dan seperti mau patah bila dia menyodok kedepan, terjepit rapat diantara bibir no noknya.

Dengan kepala mendongak kebelakang kadang terangkat, dia makin gila menggoyang pantatnya, "Uuuhhh...ngghhh..!"erangnya tidak jelas. Cairan pelicin no noknya meleleh hangat sampai kebawah kon tolku.

"Hhuuu....huuuu...huuuuuu!" dia kian ganas dan seketika merubah gayanya, duduk diatas pangkal pahaku dengan kon tol tetap tertancap dino noknya, hanya pantatnya saja yang bergerak maju mundur dengan cepat. kon tolku terasa berdenyut-denyut dicengkeram bibir no noknya.

Bercampur aduk rasa nikmat yang kudapat dari permainan ini. "Om....ngghhh..!" dia sudah mendekati puncaknya. "Remes toketnya...om!" pintanya sambil menarik tanganku. Kuremas toketnya, kian kuat remasanku makin kuat sentakan pantatnya dibarengi dengusan napasnya yang memburu.

"Aaaaaaahhhhhh..!" dia menyentak dengan histeris beberapa saat dan kemudian terdiam, roboh keatas badanku dengan jari tangannya mencengkeram kuat kedadaku menimbulkan merah goresan kuku yang panjang.

"Nikmat ya Mey", kataku tersenyum melihat badannya yang terkulai lemas menindih tubuhku. "Aku akan membuatmu lebih puas, sayang!". "Miya capek...tapi..om belum ngecret ya", katanya seraya beringsut turun dari atas badanku dan telentang pasrah. aku mengambil handuk basah dan me lap bibir no noknya dengan lembut.

Dia tersenyum sambil mengepitkan pahanya. Gantian dia membersihkan kon tolku yang tetap ngacung dengan keras. Aku memelukku dan mulai menggeluti tubuhnya lagi. Bibirnya kukulum dengan nafsu, turun kebawah kujilati pentilnya.

Dia menggelinjang pelan, aku meneruskan permainan meraba bibir no noknya, menyentuh it ilnya dan kugesek pelan. Kedua pahanyau terbuka lagi dan untuk kedua kalinya no noknya basah.
Aku gak bisa menguasai nafsuku lagi, dengan cepat berlutut diantara kedua pahanya dan mengatur posisi kon tolku tepat diatas lubang no noknya, merendahkan badannya dan bless....kon tolku langsung menerobos masuk no noknya.

"Aaauuhhhh..!" dia melenguh panjang ketika aku menekan kuat dan mulai memainkan pantatku turun naik. Saat serangan kon tolku kian gencar, matanya seakan tinggal putihnya kadang mendelik kadang terpejam dengan desisan panjang pendek.

Kuangkat kaki kirinya kebahuku dan badannya kumiringkan dengan kaki kanan tetap lurus. no noknya seakan bertambah terbuka dengan posisi demikian. Dengan setengah berlutut, kumasukan kon tolku dalam-dalam keliang no noknya, dan kukocok keluar masuk dengan cepat.


Uuhh..uuhh..uuhh.." dia mendesis berulang-ulang menahan serangan kon tolku. Tangan kananku dengan gesit menggosok-gosok it ilnya sambil kon tolku tetap keluar masuk liang no noknya, membuat dia menjadi liar dan keblingsatan. Kedua bongkahan toket kuremas-remas dan kepalanya sebentar-sebentar diangkat dengan mulut kadang ternganga lebar kadang mendesis tertahan.

Puas mengocok dengan posisi demikian, aku mengganti lagi posisi kami. Dia ku suruh menelungkup dengan pantat sedikit nungging keatas dan paha sedikit mengangkang membuat bibir no noknya kelihatan merekah dan menantang.

Dengan posisi jongkok kugosok-gosokkan kepala kon tolku mulai dari pantat sampai kebibir no noknya, tangannya bergerak cepat kebelakang memegang kon tolku dan menuntun ketengah no noknya, "Ayo om." Sambil memegang pantatnya, akumendorong masuk kon tolku masuk ke no noknya.

Dengan pelan kepala kon tolku menerobos masuk. Begitu hampir setengah masuk, kusentakkannya agak kuat dan..."blessss’..hampir seluruh kon tolku tenggelam. "Haahh..!" dia menjerit tertahan dengan kepala terangkat. Aku mendiamkan sekian detik untuk merasakan denyutan no noknya mencengkeram kon tolku, baru kemudian kukocok maju mundur dengan pelan.

Sembari mengocok, tanganku merayap dari belakang menggapai toketnya dan mulai meremasnya. "Ooouuuhhh...oouuuhhh" dia mendesah berkali-kali ketika kon tolku mulai membabibuta keluar masuk liang no noknya.

Punggungnya kadang melengkung kebawah kadang keatas dengan pantat bergoyang kiri kanan membuat aku keblingsatan dan makin kencang menggempur no noknya. Cairan no noknya makin banyak mengalir sampai-sampai turun membasahi biji pelerku.

Dia merasakan kegelian dan kenikmatan yang amat sangat seakan menjalar keseluruh syaraf ditubuhnya. "Ssshhh..sssshhhh..!" dia mulai bergumam tak keruan mengiringi genjotanku yang tambah menggila. kon tolku terasa makin keras dan membesar, pertanda aku sudah mulai mencapai puncak kenikmatan. Dia pun demikian kondisinya, badannya bergetar hebat dan tangannya menggapai karuan kiri kanan mencengkeram bantal karpet.

"Huuuhhh...hhuuuhhhh..om..!" dia bagai kesurupan.


                                                                    
                                                                 -Judi bola online                                                                    

Aku mencabut kon tolku dengan tiba-tiba, bergerak duduk diatas karpet sambil bersandar dikaki sofa dengan kaki menjulur lurus kedepan setengah terbuka. Dia kusuruh duduk diatas pangkuanku dan ..blesss..no noknya menelan semua kon tolku dan tanpa diminta aku langsung menggenjot cepat.

Kami berpelukan rapat, mulut saling berpagutan penuh nafsu, saling mengulum sementara pantatnya bergerak histeris memburu puncak kenikmatan yang kian dekat.
"Aauuhhh..auuuhhh..oom.....aaaahhhhhhh...!" dia sudah hampir dipuncak surga dunia dan sesaat kemudian aku mendorong badannya terlentang.

Sekali lagi, dengan sigap aku merubah posisi, tengkurap diatas tubuhnya dan menggenjotkan kon tolku sekuat-kuatnya ke no noknya. Bibir kami kembali saling mengulum sambil berpelukan. Kaki dan tangannya merangkul ketat badanku menahan hentakan-hentakan pantatku yang mendorong kon tolku keluar masuk no noknya.

Detik demi detik kami rangkuh kenikmatan itu bersama-sama....sampai akhirnya, "aaahhhhhhhh....!" dia mengerang panjang mencapai puncak dengan kuku jari tangannya menancap kuat kepunggungku.

"Aaauuuhhhh....Mey !" aku mendesah panjang, kutekan kuat-kuat berulangkali pantatkua dengan cepat dan pada hunjaman terakhir....blesss....pangkal kon tolku dan bibir no noknya seakan jadi satu..dan sesaat kemudian..creetttt..crreeetttt... pejuku berhamburan keras memenuhi no noknya.

 "Ooohh..ooohhhh..!" dia menerima terjanganku yang terakhir berbarengan semburan pejuku yang terasa hangat di no noknya. Sungguh nikmat rasanya. Aku lemes, demikian pula dia. Tenaga terkuras habis dalam pergulatan yang ternyata memakan waktu lebih dari 1 jam! Akhirnya kami tertidur kelelahan.

Cerita Sex - Tanteku ngentot di Rumah Sakit

Kali ini JEJAKMALAM akan menceritakan Cerita Sex Terbaru saat diriku ngentot dengan tanteku di rumah sakit. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Langsung aja yuk baca dan simak baik-baik cerita dewasa ini.

Aku akan menggoreskan sedikit cerita skandal sex-ku yang seru ini. Bermula ketika aku disuruh keluargaku menunggu tanteku yang dirawat di rumah sakit. Tante adik kandung dari ibuku saat itu mengalami kecelakaan lalulintas dan harus dirawat dirumah sakit. Kondisinya cukup parah karena dia mengalami patah tulang pada tanganya dan harus digibs.
Saat itu sebagai anak yang berbakti, aku-pun menuruti perintah orangtuaku karena kebetulan suami tanteku itu sedang dinas diluar kota dan anak semata wayangnya kuliah di luar kota juga. Sungguh membosankan sekali harus menunggu orang yang sakit dirumah sakit. Namun ada enaknya juga sih, hal aku maksudkan ada enaknya itu banyak sekali.
Misalnya ketika tante mau buang air kecil aku pasti disuruh mengantar ke kamar mandi, karena tangan tante kanan tante sakit, dia tanpa merasa sungkan meminta tolong aku untuk membukakan celana dalamnya, So denagan jelasnya aku bisa melihat kewanitaanya yang ditumbuhi bulu lebat pada kewanitaanya, siapa yang nggak Horny melihat benda seperi itu.
Intinya setiap dia mau ganti baju, buang air kecil ataupun buang air besar dia selalu meminta aku menunggunya didalam kamar mandi. Walaupun itu tanteku sendiri jika selalu dihadapkan pada hal yang porno seperti itu pasti aku akan horny. Singkat cerita sampai suatu malam tanteku memanggil aku,

-AGEN JUDI BOLA

“ Arga kesini dong tolongin tante, , ” ucapnya memanggilku ketika aku sedang asik menonton TV di sofa.
Oh iya kamar yang dihuni tanteku saat itu adalah kamar VI, jadi kamar itu cuma untuk satu pasien dengan fasilitas yang cukup lengkap. Seperti kamar mandi dalam, AC, TV LED, Dan Sofa. Lajut kecerita, mendenga itu aku-pun segera mendekat kearah tanteku,
“ Iya tante mau minta tolong apa???, , ” tanyaku.
“ Tolong gosokin perut tante pakai minyak kayu putih dong Ga, perut tante kembung nih, ” ucapnya sembari menyibaka selimut lalu dasternya diangkat keatas hingga atas BHnya.
Saat itu tante yang memakai daster, karena dasternya terangkat keatas secara otomatis BH dan CD-nya terlihat jelas sekali dimataku, perutnya ramping, payudara montok, dan kewanitaanya terlihat menyembul dari balik celana dalamnya. Aduh tante ini sengaja memancing nafsuku apa emang dia sakit perut beneran yah, ucapku dalam hati.

-JUDI BOLA ONLINE
\
Seketika itu kejantananku yang langsung tagang, lama-lama jika seperti ini terus bisa-bisa khilaf aku,huh. Sesaat aku terpana dengan pemandangan itu, ditengah lamunanku tiba-tiba tante berkata,
“ Arga kog diem aja sih, ayo buruan ambil minyak kayu putihnya, perut tante kembung banget nih, ayo buruan ambil terus gosokin keperut tante!!!, , ” ucapnya memecah lamunan jorokku.
“ Oh iya tante, jadi lupa aku tante,hhe… , ” ucapku sembari mengambil minyak kayu putih yang berada di lemari samping ranjang tante.
Sesaat setelah aku memngambil minyak kayu putih,
“ Ini yang digosok yang mana tante ?, ” tanyaku.
“ Ih kamu tuh ya perut tantelah, masakiya memek tante yang digosok, nanti bisa-bisa memek tante kepanasan kena minyak angin, huh…” ucapnya tanparasa sungkan sedikitpun kepadaku.
“ Wkwkwk… tante nih nyablak banget sih, masak sama keponakan sendiri ngomonnya jorok, hahha…, ” ucapku dengan tertawa.
Wah parah banget tanteku ternyata, tidak aku sangka dia bisa berkata seperti itu, yah mungkin saja dia berkata sepeerti itu karena perutnya sudah terlanjur sakit,hha. Lalu,
“ Buruan godok ih, lama-lama perut tante kalau kebuka gini bisa kembung, ” ucapnya sembari manyun.
“ Iya tante, gitu aja marah sih, ” ucapku lalu menggosok perutnya dengan minyak kayu putih.
Aku gosok perut tanteku dengan perlahan, benar-benar halus kulitnya para pembaca, aku gosok dengan hati-hati semabari menahan kejantanku yang sudah tegang maksimal dibalik celanaku,
“ Wah enak banget gosokan kamu Ga, pasti kamu sering menggosok tubuh cewek kamu yah, ayo ngaku !!! ?, ” ucapnya menggodaku.
“ Ah tante nih, ngelantur deh lam-lama ngomongnya, inikan cuma ngegosok biasa tante semua orang juga bisa ngelakuin ini, ” jawabku mengelak dengan pertanyaan tanteku yang mulai menjurus itu.
“ Udahlah kamu ngaku aja deh, pasti kamu sering gosokin badan cewek kamu kan???, ” tanyanya mendesak aku agar mengaku.
“ Tauk ah tante, ” jawabku singkat dengan expresi wajahku yang malu-malu kucing semabri terus menggosok perut tanteku.
“ Yaudah-yaudah gitu aja manyun mulutnya, sekarang kamu pijitin kaki tante ya Ga, kaki tante pegel banget nih, ” ucapnya manja padaku.
Saat itu aku hanya mengangguk dan mulai memijat kakinya. Ketika memijat kai tanteku sesekali mataku melirik kearah kewanitaanya yang menyembuk itu. Sembari memijat kejantananku berdenyut denyut tidak karuan, fikiranku semakin mesum saja saat itu. Karena aku ingat yang khayalkan ini adalah tanteku sendiri maka aku mencoba menghentikan khayalan jorokku dengan menghentikan pijatan dan berkata,
“ Udah yah tante, Arga udah nggak kuat nih, capek banget, ” ucapku pada tanteku.
“Hlohhh… Kog udah nggak kuat sih, kan paha tante belum dipijat, , ” ucapnya dengan genit.
“ Ah, tante nih bercanda aja sukanya , nggak ah tante masak iya Arga mijit paha tante, kan nggak sopan, ” ucapku mencoba mengelak karena takut khilaf.
“ Kamu ini yah banyak omong, udah cepetan pijit paha tante, kamukan keponakan tante jadi nggak papalah nggk usah sungkan, Ayo buruan pijat, pehgel banget nih paha tante kelamaan tidur dirumah sakit, ” ucapnya lalu menarik tangganku dengan tangan kanannya yang tidak begitu parah hanya lecet-lecet saja.
Benar-benar nekat nih tanteku, nggak tahu aoa kalau aku dari tadi kontolku udah ereksi maksimal, huh. Karena tante terus memaksa pada akhirnya aku-pun dengan sedikit rasa sungkan mulai memijat pahanya yang mulus itu,
“ Nah gitu dong, pijatnya yang pelan ya Ga biar enak… Ssssshhhh…, ” ucapnya lalu medesah pelan.
“ Iya tante bawel, ” ucapku sembari melihat gundukan vagina tante yang tertutup celana dalam.
Aku pijat secara perlahan, entah tanteku sadar atau tidak ketika aku memijat mataku tidak pernah lepas memandangi kewanitaan-nya yang gembul itu. Kuperhatikan semabriterus memijat. Lama kelamaan aku-pun semakin tidak kuat menahan birahiku, kulihat samar-samar bulu kewanitaannya dibali CD-nya yang tipis itu. Oughhh shittt… makin horny saja aku.
Benar-benar frontal sekali tanteku itu, seakan-akan aku dianggapnya seperti anak kecil yang belum mnegerti nafsu sex. Beberapa saat aku emijat pahanya, tiba-tiba saja tanteku merenggangkan pahanya lebar-lebar,
                                                              -JUDI BOLA TERPERCAYA                                                 

“ Ga, pijitin paha bagian dalam tante dong, yang disitu pegal sekali, ” ucapnya memintaku memijat paha dalam tepat persis dubawah vagina-nya.
Fikiranku saat itu semakin liar saja, aku sempat membayangkan jika kejantanku aku gesek-gesekan dipahanya pasti akannikmat sekali. Tanteku ini walaupun sudah bernanak satu tubuhnya masih terawatt sekali. Wajahnya cantik, kulitnya putih, bahkan payudara dan pantatnya masih kencang sekali seperti gadis yang berusia 20 tahunan.
Sesaat aku sempat melamun, ,elihat itu tanteku-pun segera meraih tanganku, lalu kemudian meletakkan tanganku sela kedua pahanya, Shitt… benar-benar nggak kuat aku dibuatnya,
“ Melamun mulu dari tadi, buruan pijat paha dalam tante, pegel banget tuh rasanya !!!, ” Ucapnya sembari meletakan tanganku dipaha dalam bawah vaginanya persi.
“ I..iii… Iya tante, ” ucapku gagap dengan tubuh gemetar lalu mulai memijatnya.
“ Nah gitu dong, kalau ginikan tante jadi enak, terus disitu ya Ga pijatnya, sama digosok yah bagian situnya, ” ucapnya menikmati pijatan pada paha dalamnya.
Saat itu aku benar-benar semakin tidak kuat menahan birahiku, lelaki mana yang kuat dihadapkan dengan benda seperti itu. Sekalipun itu adalah saudara jika dihadapkan dengan hal yang aku alami pasti akan horny seperti yang aku rasakan saat itu. kejantananku semakin tegang maksimal, rasanya kejantanku ingins segera aku masukan dalam vagina tanteku.
Sembari terus memijat aku berkhayal jorok, fikiranku sudahtidak sehat lagi karena sudah terbakar oleh birahiku. Ketika aku melamun tiba-tiba saja tanganku menyentuh kewanitaan tanteku,
“ Oughhhhhh Don, kog kamu mijatnya sampai ke memek tante, kamu tahu aja deh kalau memek tante pegal juga, hhe…, ” ucapnya tanpa basa-basi.
Wah benar-benar minta dientot tanteku ini, ucapku dalam hati,
“ Ma… Maaf tante yah aku tidak sengaja, habisnya aku capek sih jadi nggk sengaja deh nyentuh itu tante, maaf ya tante, ” ucapku sedikit takut karena aku sudah menyentuh kewanitaanya yang masih terbalut celana dalam.
“ Udah nggk usah minta maaf, lagian kalau sengaja-pun tante nggak keberatan kog, Tante tahu kog adek kamu dari tadi udah tegangkan, tante dari tadikan perhatikan adek kamu yang ada dalm celana kamu itu, hhe, ” ucapnya frontal kepadaku.
“ Enggak kog tante, anu aku enggak berdiri kog, ” ucapku mencoba mengelak.
Wah gawat nih ternyata tante dari tadi sudah tahu kalau aku ereksi, ucapku dalam hati. Setelah itu tanteku-pun memintaku untuk berdiri dan mendekat kearah tanganya. Denagn sedikit rasa malu aku-pun berdiri,

 -JUDI PIALA DUNIA                                                                                                                            

“ Nah ini adek kamu berdiri, gitu aja malu sama tante sendiri, tante bisa memaklumi kog cowok seusia kamu tuh nafsunya lagi meledak-meledaknya, hha…, ” ucap tanteku sembari memegang keanjantanku yang sudah tegang maksimal.
Saaat itu aku tidak bisa berkata apa-apa, yang aku rasakan saat itu rasa malu bercampur rasa nikmat yang luar biasa. Tanpa rasa sungkan tante-kupun mulai meremas kejantananku dengan perlahan,
“ Jangan tante, Oughhhh… Sssssshhhhh…, ” ucapku mencoba menolak, namun mulutku tidak sengaja mendesah.
“ Udah kamu nimatin aja, toh disini Cuma ada kita berdua, tante udah lama banget nih nggak ML, kamu maukan Ml sama tante ???
,” ucapnya genit sembari terus meremas penisku.
Saat itu aku merasa bimbang, nafsu dan akal sehatku seakan berperang didalam fikiranku. Namun karean aku sudahbterlanjur bernfasu dan tanteku-pun terus meremas-remas penisku maka aku-pun megganguk,
“ Nah gitu dong keponakanku sayang, yaudah sekarang buka celana kamu yah biar tante bebas pegang dan kocokin penis kamu, ” pintanya dengan wajah girang.
Tanpa sepatah kata-pun aku memelorotkan celana dan celana dalamku sampaimata kakiku,
“ Wow… besar dan panjang sekali kontol kamu Ga, tante jadi Horny ngelihat kontol kamu, ” ucapnya kagum melihat penisku yang memang besar dan panjang itu.
Kemudian tante-pun mulai meraba-raba mulai dari buah zakar sampai kepala penisku. Posisiku saat itu menempel dengan ranjangnya sehingga tanteku-pun dengan mudahnya meraih kejantanaku. Mulailah dikocok dengan dibasahi ludahnya sebelumnya. Dengan lembut penisku dikocoknya,
“ Oughhhh tante… Enak sekali tante… Ssssssssss… Aghhhh…, ” desah nikmatku.
“ Iya dong makanya kamu yang nurut sama tante, sekarang kamu bantu lepasin BH sama celana dalam tante yah, terus habis itu kamu naik keranjang, ” pintanya dengan wajah penuh nafsu.
Kemudian aku-pun segera naik diatas ranjangnya,
“ Nah sekarang kamu hisap putting tante, sembari kontol kamu digosok-gosokin ke memek tante yah sayang, ” ucapnya membimbingku.
“ Iya tante, ” jawabku menuruti permintaan tanteku.
Saat itu mulailah aku menghisap putingnya sembari kejantanku aku gesek-gesekan pada bibir vagina-nya.,

“ Iya sayang seperti itu, Oughh… kamupintar sekali sayang, terus sayang, Aghhhhhhhhh…, ” ucapnya mulai menikmati perlakuanku.
Saat itu aku memberikan double rangsangan pada payudara dan vagina tanteku. Dia mendesah secara perlahan agar tidak terdengar dari luar kamarnya. Oh iya saat itu aku juga sempat menutup hodrden samping ranjang agar tidak terlihat dari kaca pintu rkmar tante. Tanteku mendesah kegelian, pinggangnya melenggak lenggok kekanan dan kekiri kegelian.
Sesekali dia juga menaik turunkan pantatnya seiring aku gesek-gesekan penisku pada memeknya. Aku dan tanteku sama-sama merasa nikmat, lubang penisku-pun terasa ada sedikit cairan kental yang keluar, begitu juga dengan tanteku, vagina-nya juga sudah basah dengan lendir kawinya akibat gesekan penisku pada bibir vagina-nya,
“ Sayang tante udah nggak tahan nih, buruan kamu masukin kontol kamu ke memek tante yah, memek tante udah basah banget nih… Aghhhh…, ” ucapnya penuh nafsu birahi.
“ Iya tante, Arga juga udah nggak tahan nih pingin ngentot tante, Sssssss… Aghhh…, ” ucapku.
Tanpa banyak bicara lagi aku-pun mulai membenamkan kejantanaku didalam memek tanteku,
“ Blessssssssssssssssssss…… Aghhhhhhhhhh…., ” desah nikmatku seiring terbenamnya penisku didalam vagina tanteku.
“ Yah sayang, enak sekali sayang penis kamu, ayo sekarang kamu sodok memek tante sesuka kamu… Aghhhhhhh…, ” ucapnya sembari memejamkan mata.
Tanpa banyak bicara lagi aku-pun yang sudah terlanjur bernafsu segera aku sodok memek tanteku dengan kasarnya,
“ Oughhh… yeahh… Ssssss… Aghhhh… Yah enak sayang, sodok yang keras seperti itu terus… Aghhhh…, ” desahnya semakin liar meraskan sodokan penisku yang besar dan perkasa.
Kusodok memek tanteku dengan cepat dan stabil. Aku memang tipe laki-laki yang suka ML dengan kasar dan cepat. Dengan gaya women on top terus aku setubuhi tanteku, sesekali tubuhnya mengelincang dan bergetar. Mungkin saja dia mendapatkan orgasmenya saat itu, dia hanya selalu menggigit bibirnya sendiri ketika aku menghentakan penisku dalam-dalam pada vagina-nya,
“ Eughhhh… enak sayang… Eummm…kamu liar sekali sayag, ” ucapnya sembari terus menikmati sodokan penisku.
Tidak terasa kami suah berhubungan sex selama 15 menit, aku yang sedari tadi menyodok memek tante tanpa henti, pada akhirnya kejantananku-pun terasa berdenyut-denyut. Aku tahu itu tanda bahw aku akan segera orgasme,
“ Tante aku mau keluar nih… Oughhhh…keluarin dimana tante, Oughhhh…, ” ucapku dengan nafas yang memburu sembari terus menggenjot memek tanteku.
“ Aghhh… Oughhh.. keluarin didalem aja sayang, tante KB kog, Aghhh… tante nggak bakalan hamil kalau kamu keluarin sperma kamu didalm memek tante… Ssss… Aghhhh…, ” ucapnya dengan nafas yang memburu juga.
Mendengar itu aku merasa senang sekali, dengan sisa tenagaku aku hentakan kejantanku dengan cepatnya. Selang beberapa detik pada akhirnya,
“ Crottttttttttttttttt…. Crotttttttttttt… Crotttttttttttttttttttt…., ”
“ Aghhhhhhhhhhhhhhhhhhh…. Aku keluar tante…, ” ucapku puas dengan keluarnya spermaku didalam memek tanteku.
“ Aghhhhhhhhh… Iya sayang, tante juga keluar… Oughhh… hangat rasanya sayang sperma kamu… Aghhhh…, ” ucapnya.
Ternyata saat itu kami sama-sama mendapatkan klimaks kami. Spermaku tertumpah dengan derasnya didalam rahim tanteku. Setelah spermaku habis tertumpah di dalam memeknya, aku-pun mencabut penisku yangbberlumuran lendir kawin tanteku. Sungguh nimat sekali rasanya ngentot dengan tante sendiri.
Setelah skandal sex malam itu, kemudian akupun memapah tanteku kekamar mandi untuk membersihkan sperma yang membasahi memek tanteku. Sebaliknya aku juga membersihkan kejantananku. Aku membantu tante membersihkan memeknya yang terbanjiri oleh spermaku. Setealah selesai aku-pun kembali memapah tanteku keranjangnya lagi.
Setelah itu aku memakaikan BH dan celana dalamnya kembali, lalu aku-pun segera memakai celanaku kembali. Malam itu karena kami sudah merasa lelah kemudian kami-pun tidur dengan lelapnya. Tante tidur diranjang dan aku tidur disofa kamar rumah sakit itu. Semenjak kejadian itu tugasku-pun bertambah, selain membantu dia membuka celana dalamnya ketika buang air kecil, aku juga harus memuaskan nafsu birahi tanteku selamdirumah sakit.
Singkat cerita 4 hari kemudian tanteku-pun diabawa pulang dari rumah sakit, dia sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, namun dia juga harus rajin check up seminggu sekali untuk mengetahui peerkembangan tulanngnya. Sejak saat itu aku-pun yang menjadi asisten pribadi tanteku, kebutuhan jajan dan fashionku dipenuhi semua oleh tanteku. Hubungan kami tidak diketahuin semua keluargaku hingga sekarang. Selesai.

Cerita panas - supirku ngentot ku saat hujan

Namaku Winie, umurku sudah 25 tahun. Waktu menikah umurku masih 19 tahun dan sekarang Kedua anakku disekolahkan di luar negeri semua sehingga di rumah hanya aku dan suami serta dua orang pembantu yang hanya bekerja untuk membersihkan perabot rumah serta kebun, sementara menjelang senja mereka pulang. Suamiku sebagai seorang usahawan memiliki beberapa usaha di dalam dan luar negri. Kesibukannya membuat suamiku selalu jarang berada di rumah.
Bila suamiku berada di rumah hanya untuk istirahat dan tidur sedang pagi-pagi sekali dia sudah kembali leyap dalam pandangan mataku. Hari-hariku sebelum anakku yang bungsu menyusul kakaknya yang sudah lebih dulu menuntut ilmu di luar negeri terasa menyenangkan karena ada saja yang dapat kukerjakan, entah itu untuk mengantarkannya ke sekolah ataupun membantunya dalam pelajaran.


Namun semenjak tiga bulan setelah anakku berada di luar negeri hari-hariku terasa sepi dan membosankan. Terlebih lagi bila suamiku sedang pergi dengan urusan bisnisnya yang berada di luar negeri, bisa meninggalkan aku sampai 2 mingguan lamanya. Aku tidak pernah ikut campur urusan bisnisnya itu sehingga hari-hariku kuisi dengan jalan-jalan ke mall ataupun pergi ke salon dan terkadang melakukan senam. Sampai suatu hari kesepianku berubah total karena supirku. Suatu hari setibanya di rumah dari tempatku senam supirku tanpa kuduga memperkosaku. Seperti biasanya begitu aku tiba di dalam rumah, aku langsung membuka pintu mobil dan langsung masuk ke dalam rumah dan melangkahkan kakiku menaiki anak tangga yang melingkar menuju lantai dua dimana kamar utama berada. Begitu kubuka pintu kamar, aku langsung melemparkan tasku ke bangku yang ada di dekat pintu masuk dan aku langsung melepas pakaian senamku yang berwarna hitam hingga tinggal BH dan celana dalam saja yang masih melekat pada tubuhku.
Saat aku berjalan hendak memasuki ruang kamar mandi aku melewati tempat rias kaca milikku. Sesaat aku melihat tubuhku ke cermin dan melihat tubuhku sendiri, kulihat betisku yang masih kencang dan berbentuk mirip perut padi, lalu mataku mulai beralih melihat pinggulku yang besar seperti bentuk gitar dengan pinggang yang kecil kemudian aku menyampingkan tubuhku hingga pantatku terlihat masih menonjol dengan kencangnya. Kemudian kuperhatikan bagian atas tubuhku, buah dadaku yang masih diselimuti BH terlihat jelas lipatan bagian tengah, terlihat cukup padat berisi serta, “Ouh.. ngapain kamu di sini!” sedikit terkejut ketika aku sedang asyik-asyiknya memandangi kemolekan tubuhku sendiri tiba-tiba saja kulihat dari cermin ada kepalanya supirku yang rupanya sedang berdiri di bibir pintu kamarku yang tadi lupa kututup. “Jangan ngeliatin.. sana cepet keluar!” bentakku dengan marah sambil menutupi bagian tubuhku yang terbuka.
Tetapi supirku bukannya mematuhi perintahku malah kakinya melangkah maju satu demi satu masuk kedalam kamar tidurku. “Aris.. Saya sudah bilang cepat keluar!” bentakku lagi dengan mata melotot. “silakan ibu teriak sekuatnya, hujan di luar akan melenyapkan suara ibu!” ucapnya dengan matanya menatap tajam padaku. Sepintas kulihat celah jendela yang berada di sampingku dan ternyata memang hujan sedang turun dengan lebat, memang ruang kamar tidurku cukup rapat jendela-jendelanya hingga hujan turun pun takkan terdengar hanya saja di luar sana kulihat dedaunan dan ranting pohon bergoyang tertiup angin kesana kemari. Detik demi detik tubuh supirku semakin dekat dan terus melangkah menghampiriku. Terasa jantungku semakin berdetak kencang dan tubuhku semakin menggigil karenanya.
Aku pun mulai mundur teratur selangkah demi selangkah, aku tidak tahu harus berbuat apa saat itu sampai akhirnya kakiku terpojok oleh bibir ranjang tidurku. “Mas.. jangan!” kataku dengan suara gemetar. “Hua.. ha.. ha.. ha..!” suara tawa supirku saat melihatku mulai kepepet. “Jangan..!” jeritku, begitu supirku yang sudah berjarak satu meteran dariku menerjang tubuhku hingga tubuhku langsung terpental jatuh di atas ranjang dan dalam beberapa detik kemudian tubuh supirku langsung menyusul jatuh menindih tubuhku yang telentang. Aku terus berusaha meronta saat supirku mulai menggerayangi tubuhku dalam himpitannya. Perlawananku yang terus-menerus dengan menggunakan kedua tangan dan kedua kakiku untuk menendang-nendangnya terus membuat supirku juga kewalahan hingga sulit untuk berusaha menciumi aku sampai aku berhasil lepas dari himpitan tubuhnya yang besar dan kekar itu.
Begitu aku mendapat kesempatan untuk mundur dan menjauh dengan membalikkan tubuhku dan berusaha merangkak namun aku masih kalah cepat dengannya, supirku berhasil menangkap celana dalamku sambil menariknya hingga tubuhku pun jatuh terseret ke pinggir ranjang kembali dan celana dalam putihku tertarik hingga bongkahan pantatku terbuka. Namun aku terus berusaha kembali merangkak ke tengah ranjang untuk menjauhinya. Lagi-lagi aku kalah cepat dengan supirku, dia berhasil menangkap tubuhku kembali namun belum sempat aku bangkit dan berusaha merangkak lagi, tiba-tiba saja pinggulku terasa kejatuhan benda berat hingga tidak dapat bergerak lagi. “Aris.. Jangan.. jangan.. mas..” kataku berulang-ulang sambil terisak nangis. Rupanya supirku sudah kesurupan dan lupa siapa yang sedang ditindihnya. Setelah melihat tubuhku yang sudah mulai kecapaian dan kehabisan tenaga lalu supirku dengan sigapnya menggenggam lengan kananku dan menelikungnya kebelakan tubuhku begitu pula lengan kiriku yang kemudian dia mengikat kedua tanganku kuat-kuat, entah dengan apa dia mengikatnya. Setelah itu tubuhnya yang masih berada di atas tubuhku berputar menghadap kakiku. Kurasakan betis kananku digenggamnya kuat-kuat lalu ditariknya hingga menekuk.
Lalu kurasakan pergelangan kaki kananku dililitnya dengan tali. Setelah itu kaki kiriku yang mendapat giliran diikatkannya bersama dengan kaki kananku. “Saya ingin mencicipi ibu..” bisiknya dekat telingaku. “Sejak pertama kali saya melamar jadi supir ibu, saya sudah menginginkan mendapatkan kesempatan seperti sekarang ini.” katanya lagi dengan suara nafas yang sudah memburu. “Tapi saya majikan kamu Ris..” kataku mencoba mengingatkan. “Memang betul bu.. tapi itu waktu jam kerja, sekarang sudah pukul 7 malam berarti saya sudah bebas tugas..” balasnya sambil melepas ikatan tali BH yang kukenakan. “Hhh mm uuhh,” desah nafasnya memenuhi telingaku. “Tapi malam ini Bu Winie harus mau melayani saya,” katanya sambil terus mendengus-denguskan hidungnya di seputar telingaku hingga tubuhku merinding dan geli. Setelah supirku melepas pakaiannya sendiri lalu tubuhku dibaliknya hingga telentang.
Aku dapat melihat tubuh polosnya itu. Tidak lama kemudian supirku menarik kakiku sampai pahaku melekat pada perutku lalu mengikatkan tali lagi pada perutku. Tubuhku kemudian digendongnya dan dibawanya ke pojok bagian kepala ranjang lalu dipangkunya di atas kedua kaki yang diselonjorkan, mirip anak perempuan yang tubuhnya sedang dipeluk ayahnya. Tangan kirinya menahan pundakku sehingga kepalaku bersandar pada dadanya yang bidang dan terlihat otot dadanya berbentuk dan kencang sedangkan tangan kanannya meremasi kulit pinggul, pahaku dan pantatku yang kencang dan putih bersih itu. “Aris.. jangan Ris.. jangan!” ucapku berulang-ulang dengan nada terbata-bata mencoba mengingatkan pikirannya. Namun Aris, supirku tidak memperdulikan perkataanku sebaliknya dengan senyum penuh nafsu terus saja meraba-raba pahaku. “Ouh.. zzt.. Euh..” desisku panjang dengan tubuh menegang menahan geli serta seperti terkena setrum saat kurasakan tangannya melintasi belahan kedua pahaku.
Apalagi telapak dan jemari tangannya berhenti tepat di tengah-tengah lipatan pahaku. “Mass.. Eee” rintihku lebih panjang lagi dengan bergetar sambil memejapkan mata ketika kurasakan jemarinya mulai mengusap-usap belahan bibir vaginaku. Tangan Mas Aris terus menyentuh dan bergerak dari bawah ke atas lalu kembali turun lagi dan kembali ke atas lagi dengan perlahan sampai beberapa kali. Lalu mulai sedikit menekan hingga ujung telunjuknya tenggelam dalam lipatan bibir vaginaku yang mulai terasa berdenyut-denyut, gatal dan geli. Tangannya yang terus meraba dan menggelitik-gelitik bagian dalam bibir vaginaku membuat birahiku jadi naik dengan cepatnya, apalagi sudah cukup lama tubuhku tidak pernah mendapatkan kehangatan lagi dari suamiku yang selalu sibuk dan sibuk. Entah siapa yang memulai duluan saat pikiranku sedang melayang kurasakan bibirku sudah beradu dengan bibirnya saling berpagut mesra, menjilat, mengecup, menghisap liur yang keluar dari dalam mulut masing-masing. “Ouh.. Winie.. wajahmu cukup merangsang sekali Winie..!” ucapnya dengan nafasnya yang semakin memburu itu.
Setelah berkata begitu tubuhku ditarik hingga buah dadaku yang menantang itu tepat pada mukanya dan kemudian, “Ouh.. mas..” rintihku panjang dengan kepala menengadah kebelakan menahan geli bercampur nikmat yang tiada henti setelah mulutnya dengan langsung memagut buah dadaku yang ranum itu. Kurasakan mulutnya menyedot, memagut, bahkan menggigit-gigit kecil punting susuku sambil sekali-kali menarik-narik dengan giginya. Entah mengapa perasaanku saat itu seperti takut, ngeri bahkan sebal bercampur aduk di dalam hati, namun ada perasaan nikmat yang luar biasa sekali seakan-akan ada sesuatu yang pernah lama hilang kini kembali datang merasuki tubuhku yang sedang dalam keadaan tidak berdaya dan pasrah. “Bruk..” tiba-tiba tangan Mas Aris melepaskan tubuhku yang sedang asyik-asyiknya aku menikmati sedalam-dalamnya tubuhku yang sedang melambung dan melayang-layang itu hingga tubuhku terjatuh di atas ranjang tidurku.
Tidak berapa lama kemudian kurasakan bagian bibir vaginaku dilumat dengan buas seperti orang yang kelaparan. Mendapat serangan seperti itu tubuhku langsung menggelinjang-gelinjang dan rintihan serta erangan suaraku semakin meninggi menahan geli bercampur nikmat sampai-sampai kepalaku bergerak menggeleng ke kanan dan ke kiri berulang-ulang. Cukup lama mulutnya mencumbu dan melumati bibir vaginaku terlebih-lebih pada bagian atas lubang vaginaku yang paling sensitif itu. “Aris.. sudah.. sudah.. ouh.. ampun Aar.. riss..” rintihku panjang dengan tubuh yang mengejang-ngejang menahan geli yang menggelitik bercampur nikmat yang luar biasa rasanya saat itu. Lalu kurasakan tangannya pun mulai rebutan dengan bibirnya.
Kurasakan jarinya dicelup ke dalam lorong kecil kemaluanku dan mengorek-ngorek isi dalamnya. “Ouh.. Ris..” desisku menikmati alur permainannya yang terus terang belum pernah kudapatkan bahkan dengan suamiku sendiri. “Sabar Win.., saya suka sekali dengan lendirmu sayang!” suara supirku yang setengah bergumam sambil terus menjilat dan menghisap-hisap tanpa hentinya sampai beberapa menit lagi lamanya. Setelah puas mulutnya bermain dan berkenalan dengan bibir kemaluanku yang montok itu si Aris lalu mendekati wajahku sambil meremas-remas buah dadaku yang ranum dan kenyal itu. “Bu Winie.., saya entot sekarang ya.. sayang..” bisiknya lebih pelan lagi dengan nafas yang sudah mendesah-desah. “Eee..” pekikku begitu kurasakan di belahan pangkal pahaku ada benda yang cukup keras dan besar mendesak-desak setengah memaksa masuk belahan bibir vaginaku. “Tenang sayang.. tenang.. dikit lagi.. dikit lagi..” “Aah.. sak.. kiit..!” jeritku keras-keras menahan ngilu yang amat sangat sampai-sampai terasa duburku berdenyut-denyut menahan ngilunya. Akhirnya batang penis supirku tenggelam hingga dalam dibalut oleh lorong kemaluanku dan terhimpit oleh bibir vaginaku.
Beberapa saat lamanya, supirku dengan sengaja, penisnya hanya didiamkan saja tidak bergerak lalu beberapa saat lagi mulai terasa di dalam liang vaginaku penisnya ditarik keluar perlahan-lahan dan setelah itu didorong masuk lagi, juga dengan perlahan-lahan sekali seakan-akan ingin menikmati gesekan-gesekan pada dinding-dinding lorong yang rapat dan terasa bergerenjal-gerenjal itu. Makin lama gerakannya semakin cepat dan cepat sehingga tubuhku semakin berguncang dengan hebatnya sampai, “Ouhh..” Tiba-tiba suara supirku dan suaraku sama-sama beradu nyaring sekali dan panjang lengkingannya dengan diikuti tubuhku yang kaku dan langsung lemas bagaikan tanpa tulang rasanya. Begitu pula dengan tubuh supirku yang langsung terhempas kesamping tubuhku. “Sialan kamu Ris!” ucapku memecah kesunyian dengan nada geram. Cerita Bokep
Setelah beberapa lama aku melepas lelah dan nafasku sudah mulai tenang dan teratur kembali. “Kamu gila Ris, kamu telah memperkosa istri majikanmu sendiri, tau!” ucapku lagi sambil memandang tubuhnya yang masih terkulai di samping sisiku. “Bagaimana kalau aku hamil nanti?” ucapku lagi dengan nada kesal. “Tenang Bu Winie.., saya masih punya pil anti hamil, Bu Winie.” ucapnya dengan tenang. “Iya.. tapi kan udah telat!” balasku dengan sinis dan ketus. “Tenang bu.. tenang.. setiap pagi ibu kan selalu minum air putih dan selama dua hari sebelumnya saya selalu mencampurkan dengan obatnya jadi Bu Winie enggak usah khawatir bakalan hamil bu,” ucapnya malah lebih tenang lagi. “Ouh.. jadi kamu sudah merencanakannya, sialan kamu Ris..” ucapku dengan terkejut, ternyata diam-diam supirku sudah lama merencanakannya. “Bagaimana Bu Winie..?
Bagaimana apanya? Sekarang kamu lepasin saya Ris..” kataku masih dengan nada kesal dan gemas. “Maksudnya, tadi waktu di Entotin enak kan?” tanyanya lagi sambil membelai rambutku. Wajahku langsung merah padam mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh supirku, namun dalam hati kecilku tidak dapat kupungkiri walaupun tadi dia sudah memperkosa dan menjatuhkan derajatku sebagai majikannya, namun aku sendiri turut menikmatinya bahkan aku sendiri merasakan organsime dua kali. “Kok ngak dijawab sich!” tanya supirku lagi. “Iya..iya, tapi sekarang lepasin talinya dong Aris!” kataku dengan menggerutu karena tanganku sudah pegal dan kaku. “Nanti saja yach! Sekarang kita mandi dulu!” ucapnya sambil langsung menggendong tubuhku dan membawa ke kamar mandi yang berada di samping tempat ranjangku. Tubuhku yang masih lemah lunglai dengan kedua tangan dan kakiku yang masih terikat itu diletakkan di atas lantai keramik berwarna krem muda yang dingin tepat di bawah pancuran shower yang tergantung di dinding. Setelah itu supirku menyalakan lampu kamar mandiku dan menyalakan kran air hingga tubuhku basah oleh guyuran air dingin yang turun dari atas pancuran shower itu.
Melihat tubuhku yang sudah basah dan terlihat mengkilat oleh pantulan lampu kamar mandi lalu Aris supirku berjongkok dekatku dan kemudian duduk di sampingku hingga tubuhnya pun turut basah oleh air yang turun dari atas. Mata supirku yang memandangiku seperti terlihat lain dari biasanya, dia mulai mengusap rambutku yang basah ke belakang dengan penuh sayang seperti sedang menyayang seorang anak kecil. Lalu diambilnya sabun Lux cair yang ada di dalam botol dan menumpahkan pada tubuhku lalu dia mulai menggosok-gosok tubuhku dengan telapak tangannya. Pinggulku, perutku lalu naik ke atas lagi ke buah dadaku kiri dan kemudian ke buah dadaku yang kanan. Tangannya yang terasa kasar itu terus menggosok dan menggosok sambil bergerak berputar seperti sedang memoles mobil dengan cairan kits. Sesekali dia meremas dengan lembut buah dada dan punting susuku hingga aku merasa geli dibuatnya, lalu naik lagi di atas buah dadaku, pundakku, leherku lalu ke bahuku, kemudian turun lagi ke lenganku. “Ah.. mas..” pekikku ketika tangannya kembali turun dan turun lagi hingga telapak tangannya menutup bibir vaginaku.
Kurasakan telapak tangannya menggosok-gosok bibir vaginaku naik turun dan kemudian membelah bibir vaginaku dengan jemari tangannya yang lincah dan cekatan dan kembali menggosok-gosokkannya hingga sabun Lux cair itu menjadi semakin berbusa. Setelah memandikan tubuhku lalu dia pun membasuh tubuhnya sendiri sambil membiarkan tubuhku tetap bersandar di bawah pancuran shower. Usai membersihkan badan, supirku lalu menggendongku keluar kamar mandi dan menghempaskan tubuhku yang masih basah itu ke atas kasur tanpa melap tubuhku terlebih dahulu. “Saya akan bawakan makanan ke sini yach!” ucapnya sambil supirku melilit handuk yang biasa kupakai kepinggangnya lalu ngeloyor ke luar kamarku tanpa sempat untuk aku berbicara. Sudah tiga tahun lebih aku tidak pernah merasakan kehangatan yang demikian memuncak, karena keegoisan suamiku yang selalu sibuk dengan pekerjaan.
Memang dalam hal keuangan aku tidak pernah kekurangan. Apapun yang aku mau pasti kudapatkan, namun untuk urusan kewajiban suami terhadap istrinya sudah lama tidak kudapatkan lagi. Entah mengapa perasaanku saat ini seperti ada rasa sedang, gembira atau.. entah apalah namanya. Yang pasti hatiku yang selama ini terasa berat dan bosan hilang begitu saja walaupun dalam hati kecilku juga merasa malu, benci, sebal dan kesal. Supirku cukup lama meninggalkan diriku sendirian, namun waktu kembali rupanya dia membawakan masakan nasi goreng dengan telor yang masih hangat serta segelas minuman kesukaanku. Lalu tubuhku disandarkan pada teralis ranjang. “Biar saya yang suapin Bu Winie yach!” ucapnya sambil menyodorkan sesendok nasi goreng yang dibuatnya. “Kamu yang masak Ris!” tanyaku ingin tahu. “Iya, lalu siapa lagi yang masak kalau bukan saya, kan di rumah cuma tinggal kita berdua, si Wati kan udah saya suruh pulang duluan sebelum hujan tadi turun!” kata supirku. “Ayo dicicipi!” katanya lagi. Mulanya aku ragu untuk mencicipi nasi goreng buatannya, namun perutku yang memang sudah terasa lapar, akhirnya kumakan juga sesendok demi sesendok. Tidak kusangka nasi goreng buatannya cukup lumanyan juga rupanya. Tanpa terasa nasi goreng di piring dapat kuhabisi juga.
Bolehkan saya memanggil Bu Winie dengan sebutan mbak?” tanyanya sambil membasuh mulutku dengan tissue. “Boleh saja, memang kenapa?” tanyaku. “Engga apa-apa, biar enak aja kedengaran di kupingnya.” Kalau saya boleh manggil Mbak Winie, berarti Bu Winie eh.. salah maksudnya Mbak Winie, panggil saya Bang aja yach!” celetuknya meminta. “Terserah kamu saja ” kataku. “Sudah nggak capai lagi kan Mbak Winie!” sahut supirku. “Memang kenapa!?” tanyaku. “Masih kuatkan?” tanyanya lagi dengan senyum binal sambil mulai meraba-raba tubuhku kembali. Aku tidak memberi jawaban lagi, hanya menunduk malu, tadi saja aku diperkosanya malah membuatku puas disetubuhinya apalagi untuk babak yang kedua kataku dalam hati. Sejujurnya aku tidak rela tubuhku diperkosanya namun aku tidak mampu untuk menolak permintaannya yang membuat tubuhku dapat melayang-layang di udara seperti dulu saat aku pertama kali menikah dengan suamiku.

Cerita Ngentot - ngentot di meja Kantor

Suatu hari Alan mendapatkan jatah kerja lembur hingga jam 01.00 dini hari. Namun ternyata Alan tak sendiri, melainkan berdua dengan Jessy salah satu karyawati yang sama department dengan Alan. Jessy sosok wanita karier yang sangat mengutamakan karier dibandingkan kesenangan. Kaki yang jenjang putih yang menyanggah sepasang pantat yang padat berisi. Tak heran bila dalam berjalan Jessy mampu memabukkan pria seisi department tempatnya berkerja.

Rambut panjang dengan warna kuning bata tergerai sepunggung. Malam itu Jessy mengenahkan rok sepan krem ketat hingga menciplak bentuk CD yang ia kenakan dan kemeja putih tipis yang terkesan memamerkan sepasang payudara yang berukuran 36B dengan hanya tertutup oleh BH hitam berenda. Jessy terbilang wanita yang cantik dengan strukur tubuh 165 cm putih, bibir sensual merah merekah. Tidak sedikit laki laki memburu cintanya, namun entah mengapa hingga saat ini Jessy masih saja menutup hatinya dengan alasan bahwa ia ingin mengejar kariernya terlebih dahulu.
Sekitar jam 8 malam hujan semakin deras turun di luar.
“Permisi Pak, saya minta izin pulang dulu yah. Karena Istri saya sakit.” Ujar salah satu satpam yang kebetulan jaga malam saat itu.
“Oh, yah sudah. Kamu pulang saja nanti saya sampaikan, naik motornya pelan-pelan saja yah pak, jangan buru buru..” Kata Alan sambil mengingatkan satpam tersebut sebelum meninggalkan ruangan finance di lantai 3.
Jessy yang duduk didepan mejanya tak mengubris pembicaraan mereka, melainkan hanya terfokus kepada pekerjaan yang menumpuk dihadapannya. Malam semakin larut, suasana ruangan pun semakin mencekam karena dinginnya suhu didalam ruangan itu.
Cerita Hot Bonus Lembur Yang Nikmat
Entah berawal darimana, Alan seakan-akan tersengat sebuah pemandangan yang sangat menakjubkan matanya untuk menatap pemandangan itu. posisi meja kerja Alan dan Jessy hanya bersebelahan dan sudah tentu Alan dapat melihat sosok wanita yang duduk di meja sebelahnya. Sengaja atau tidak, dua kancing kemeja Jessy terbuka dan memampangkan payudaranya yang putih dengan hiasan Bra hitam renda. Mungkin karena hawa yang dingin membuat Jessy seakan akan memancing birahi Alan di tambah rok Jessy yang terangkat cukup tinggi hingga memamerkan kulit pahanya yang putih bagaikan porselin tak tergores.
                                                          -Agen Judi bola terpercaya
Laki laki mana yang akan membiarkan pemandangan seindah ini dibiarkan saja, bigitupun dengan Alan. Meskipun ia menahan untuk menolak melihat, namun ia hanyalah laki laki yang sama dengan lainnya, memiliki hasrat, hasrat dan keinginan.
“Alan.. tolongin aku dong.. Aku mau ke kamar kecil, cuman aku takut jam segini ke kamar kecil sendiri. Kamu mau gak temenin aku sebentar, mau yah..” ujar Jessy dengan muka yang sedikit mengoda.
Bagaikan terhipnotis Alan langsung menuruti kemauan Jessy untuk menemaninya. Berjalan dibelakangnya sambil menatap bongkahan pantat sexy yang sangat mengiurkan.
Sekitar 10 menit Alan menunggu di depan pintu kamar kecil. Akhirnya Jessy keluar dengan kemeja yang telah dikeluarkan dari pinggangnya.
“Kok lama banget sih, kalau cewek kencing itu memangnya lama yah.. ngapain aja sih kalau cewek itu didalam kamar kecil sama segitu lamanya..” tanya Alan memancing pembicaraan.
“Ih.. kamu mau tau saja. Kenapa gak masuk aja tadi sekalian liat aku lagi ngapain didalam sana..” ujar Jessy dengan ekspresi menantangnya.
“Kamu gak ajak aku masuk sih, aku kan juga mo kencing tadi.” Balasnya.
“Mau kencing atau ngencingin aku, dasar kamu genit.” Ujar Jessy yang mengoda Alan.
Alan tak begitu menghirau omongan Jessy, karena Jessy memang dikenal suka bercanda dan mengoda laki laki dengan penampilannya yang menantang mata yang menatap ke dada dan pantatnya itu. Namun malam ini Jessy lebih berani dan lebih menantang dengan memperlihatkan dadanya yang membusung secara terang terangan.
“Alan..” panggil Jessy yang berdiri di depan meja kerjanya.
“Kenapa..?” jawab Alan pura pura tak memperhatikan penampilan menantang dari Jessy yang memperlihatkan bongkahan dadanya sengaja di bungkukkan menyentuh meja kerja.
“Dingin-dingin gini enaknya ngapain yah..kamu ada usul menarik gak. Mumpung kita berdua nih..”
Serasa serak tenggorokan Alan mendengar pertanyaan Jessy, semakin gugup Alan hingga salah tingkah dalam menjawab pertanyaan Jessy.
“kalau menurut kamu, enaknya kita ngapain..?”
-Agen Judi bola terpercaya
“Bagaimana kalau kita sejenak tinggalkan pekerjaan yang menumpuk dimeja, dan saling share tentang kehidupan pribadi kita. Bagaimana???” usul Jessy yang berpindah posisi duduk di sudut meja kerja Alan. Entah sengaja atau tidak dengan duduk di atas meja Alan dan memperlihatkan sepasang paha jenjang mulus putih dan samar samar terlihat celana dalam hitam rendanya yang mengintip malu didalam.
                                                               -Agen Judi bola terpercaya       
“Alan, boleh aku tanya sesuatu yang sedikit terdengar pribadi ke kamu..?”
“Oh silahkan saja, memangnya ada hal apa hingga mau bertanya tentang hal pribadi ke aku.” Ujar Alan yang terlihat mengujur butir2 keringat di dahinya. Ini bukan karena kepanasan namun karena tingkah laku Jessy yang membuat Alan seperti ini.
“Kenapa kamu sepertinya menghindari aku yang sejak dulu mencoba untuk mendekatimu, apakah kamu tidak menyukaiku yang mengagumi kamu..?” tanya Jessy langsung.
Semakin gugup Alan jadinya, setelah mendengarkan pernyataan yang jelas keluar dari mulut sensual Jessy yang ternyata selama ini menutup dirinya dari laki laki manapun, karena ia menyukainya.
“Tidak, biasa saja ah. Saya tidak menghindari kamu. Saya hanya tidak suka kalau banyak mata yang selalu memandangimu berjalan saat kau berjalan.”
“Kamu cemburu yah. Kalau laki laki suka melihat cara jalanku di kolidor kantor department ini..?” Tanya Jessy tersenyum, ternyata Alan cemburu.
“Hahaha… siapa yang cemburu, toh kamu kan bukan pacar aku dan aku juga sebaliknya.” Jawab Alan yang mulai memerah mukanya karena malu tertangkap menatap ke dalam sela rok Jessy yang terbuka itu.
“Kamu mau kalau aku minta untuk menjadi pacar aku Alan???” tanya Jessy tiba tiba sambil menahan tubuhnya kebelakang menahan dengan kedua tangannya dimeja kerja Alan.
Alan hanya terdiam dan pura pura sibuk dengan lembaran lembaran kerja diatas pangkuannya.
“Alan. Jangan kamu perlakukan aku seperti ini, aku mencintaimu dan aku seperti ini juga karena aku persembahkan kepadamu. Bukan untuk laki laki nakal yang suka melihatku, tapi untuk kamu..”
“Alan, lihat kesini.. sebagai bukti dari rasa ini. Aku rela kalau kita habiskan malam ini berdua disini. Aku sudah lama butuh belaian tangan tangan perkasamu menjelajahi setiap lekuk tubuhku. Tolong Alan jangan kau hindari aku lagi.” Ujar Jessy sambil mengapai telapak tangan Alan dan menuntunnya masuk ke dalam kemeja dan menjamah payudaranya yang sedari tadi telah membuat Alan berhasrat.
Jessy membiarkan tangan Alan terus meremas payudaranya naik turun seirama dengan desahannya. Perlahan Alan semakin masuk ke dalam lembah nikmatnya dunia. Tak dapat dipungkiri olehnya bahwa ia sesungguhnya juga menyukai Jessy, apalagi saat ini hanya ia berdua di ruangan yang dingin dan terjebak antara pekerjaan dan hujan yang deras di luar sana.
“Sssssshhh.. Alan. Jamah aku sepuas dan seluas tanganmu mengapai tubuhku… nikmati aku dan lumatlah tubuhku kedalam genggaman perkasaanmu Alan, berikan aku kepuasan yang selama ini kuimpikan.”
Mendengar desahan itu, Alan semakin meledak hasrat yang terkubur didalam dirinya. Digapai pinggang sintal Jessy dan ditariknya hingga kini Jessy duduk di atas pangkuan Alan. Bagaikan seorang anak kecil yang merindukan susu ibunya, Alan semakin buas melahap payudara Jessy yang semakin mengembang karena hasrat yang sudah meraja.
Dengan lidahnya Alan menari nari diatas puting susu Jessy yang semakin membengkak keras, sesekali di gigit dan dihisap, hingga desahan liar itu pun tak bisa ditahan oleh Jessy lagi. Semakin keras hisapan Alan, semakin liar pula desahan yang keluar dari mulut sensual Jessy.
Merasa tak ingin melewatkan sensasi indahnya malam ini bersama pria pujaan hatinya. Jessy menjulurkan tangannya turun menyusup masuk kedalam pinggang Alan yang masih terikat oleh tali pinggang kulit.
“Oh my God… besar sekali.” Terteguh Jessy ketika mendapati besarnya rudal Alan yang masih tersembunyi didalam celana katun. Jessy hanya diam namun tetap menikmati hisapan mulut Alan yang tak henti mengigit payudaranya hingga tertotol totol merah.
Tiba tiba… Alan membopong tubuh Jessy dan mendudukkannya kembali diatas meja kerjanya. Tanpa banyak berkata kata hanya dengan menatap matanya, Jessy pun tahu apa keinginan Alan selanjutnya. Perlahan Jessy menarik kedua sisi roknya hingga kepinggang dan melebarkan kedua pahanya untuk segera dinikmati oleh Alan.
Diusap usapnya celana dalam Jessy yang kini terpampang di hadapannya, hingga basah oleh cairan nikmat Jessy yang menyerap. Diangkat kedua kaki Jessy hingga mengelantung diatas dengan kedua sepatu hak tinggi hitam yang masih melekat ditelapak kakinya.
Disisipkan telunjuk kanan menyelinap diantara salah satu sisi celana dalam Jessy dan menariknya hingga membuka memperlihatkan belahan indah Kemaluan yang bau yang sangat merangsang hasrat binatang Alan semakin memuncak.
Cerita Hot Bonus Lembur Yang Nikmat
Tenggelam kepala Alan diantara belahan paha Jessy yang menantang. Perlahan ujung lidah Alan menyentuh dan menyapu seirama di sekitar lipatan yang mengoda. Hingga tersibak sesuatu yang sungguh nikmat diantara belahan kemaluan yang mengintip malu. dijilat jilat klintoris itu berkali kali, semakin lama semakin bertambah membesar dan merah merekah, tanda bahwa kini diantara rongga kemaluan Jessy sudah terbanjiri oleh cairan cintanya.
“Ooo… Alan. Nikmatnya, oooo sungguh nikmatnya. Lakukan sesukamu sayang, buat aku semakin gila akan permainan ini.” Ujar Jessy yang tak jelas diantara desahan dan ucapannya. Tangan tangan Jessy semakin liar menjamah kepala Alan dan berusaha memendamkannya lebih dalam ke kemaluannya.
Alan tak sungkan sungkan memasukkan jari tengahnya dan mengaduk aduk isi kemaluan Jessy keluar masuk, hingga semakin cepat dan cepat jari tersebut mengesek setiap rongga kemaluan Jessy. Seakan secara langsung memberikan sebuah sensasi nikmat yang tak pernah ia dapatkan selama ia melakukan mastrubasi sendiri setiap pagi sebelum ia berangkat kerja.
Satu persatu baju yang melekat pada tubuh mereka dilucuti oleh mereka hingga kini yang terpampang hanyalah dua sosok sepasang anak manusia yang tak tertutupi sehelai benang pun… molek namun dengan tatapan penuh api hasrat yang menjalar disetiap urat nadinya.
Tak menyangka oleh Jessy, seorang laki laki yang terlihat diam ternyata didalam dirinya tersembunyi sebuah keliaran laki laki yang sungguh membuat ia tercengang sekaligus menikmati setiap detail perlakuannya kepada dirinya.
Hingga kini Jessy mau tak mau menuruti permintaan Alan untuk melakukan segala posisi pemanasan yang belum pernah ia saksikan di adegan panas dvd koleksinya.
Mereka melakukan gaya 69 namun bukan seperti hal 69 yang bisa dilakukan banyak orang. Jessy harus mengelantung dengan posisi kepala dibawah dan mengoral batang kemaluan Alan dan sebaliknya Alan menjilati kemaluan Jessy yang sudah sungguh sungguh basah oleh cairan kewanitaannya.
Namun entah mengapa Jessy tak sedikitpun menampilkan penolakan atas semua perlakuan ini, ia malah menikmati setiap lidah rakus Alan yang mengoyak oyak setiap jengkal bibir kemaluannya yang sedikit tertumbuhi bulu hitam halus berbentuk V.
Lalu Alan berjalan perlahan lahan mempertahankan posisi pemanasan ini hingga membawa Jessy menuju ke sebuah sofa panjang yang tak jauh darinya. Perlahan Alan merebahkan tubuh Jessy yang tetap melumat batang kemaluannya, tak henti hentinya Jessy mengoralnya hingga tetes demi tetes liurnya mengalir di selah bibir sensual yang menikmati batang keperkasaan seorang laki laki seperti Alan.
Perlahan Alan meminta Jessy untuk mengambil posisi jongkok di bawanya dan dengan tangan perkasanya, Alan mengenggam rambut panjang Jessy dan menekan kepala Jessy dan menyuruh mengulangi oral batang kemaluannya kembali.
Bagi Jessy batang kemaluan Alan memang berukuran Jumbo panjangnya sekitar 18 cm dengan diameter 8 cm. Begitu besar begitu memuaskan bagi Jessy yang saat itu sudah terbakar hasrat birahi terpendamnya.
Disodok kuat kuat batang kemaluannya kedalam bibir sensual Jessy, tak perduli Jessy menerima sepenuhnya atau tidak, namun Alan tetap memaksa memasukkan seluruh batang kemaluannya, hingga terasa sekali kepala penis Alan menyentuh ujung tenggorokan Jessy dan masuk hingga ke tenggorokannya. Tak heran bila Jessy hampir seperti orang muntah muntah saat mengoral batang kemaluan Alan yang besar ukurannya.
Tak lama kemudian didalam mulut Jessy terasa diurat urat kemaluan Alan berdenyut denyut dan menyentak, seperti sesuatu akan keluar didalam sana. Jessy berusaha mengangkat kepalanya, namun ternyata berbeda dengan keinginan Alan. Ditahan batang kemaluannya agar tetap didalam mulut Jessy dan sesaat kemudian bersamaan dengan mengerangnya Alan bagaikan serigala yang bersahutan di tengah malam, muncrat pula bertubi tubi tembakkan cairan hangat didalam mulut Jessy, hingga hampir semua mani Alan masuk tertelan oleh Jessy. Hanya sedikit yang tersisa dan mengalir diselah bibir Jessy yang kini telah bebas dari batang kemaluan Alan.
Dengan Tubuh yang hanya tinggal tenaga sisa. Jessy tergulai lemas di antara selangkangan Alan. Namun lain lagi dengan yang dirasakan oleh Alan. Melihat Jessy yang lemas tergulai di kakinya. Alan kembali membopong tubuh sintal itu dan merebahkannya diatas meja kerjanya dan sambil meremas remas batang kemaluannya, Alan membuka lebar kedua kaki Jessy dan di angkat diatas bahunya. Perlahan kepala kemaluannya ia oles oleskan ke bibir kemaluan Jessy yang hampir mengering. Perlahan pelan dan pelan, tak terasa bibir kemaluan Jessy kembali berkontraksi oleh rangsangan belaian kepala kemaluan Alan yang memancing.
“Uuuh…Alan.. bentar sayang. Aku capek sekali 30 menit kasih aku waktu untuk memulihkan tenagaku yah..” pinta Jessy yang sambil tergulai lemas.
Namun Alan seperti orang kesetanan, ingin sesegera kembali menikmati daerah yang lebih nikmat dibandingkan dengan mulut Jessy yang baru saja mengoralnya.
Perlahan Alan menekan kepala kemaluannya yang besar memasuki gerbang kemaluan Jessy, namun itu bukanlah hal yang mudah dilakukan oleh Alan dengan ukuran batang kemaluannya yang besar, Alan harus sabar dalam menerobos kemaluan yang sempit itu, meski Jessy sesungguhnya tak perawan lagi.
Akhirnya Alan membungkukkan kepalanya dan mendekatkan ke kemaluan Jessy dan meludahi air liurnya ke sisi bibir kemaluan Jessy. Kemudian kembali dengan batang kemaluannya Alan mengusap usap bibir kemaluan Jessy berulang ulang, naik turun naik turun.
Perlahan Alan kembali memasukkan batang kemaluannya, sesekali ia melirik ke wajah Jessy yang menyeringai menahan nyeri sakit pada bibir kemaluannya. Namun Alan tak dapat menahan gejolak birahinya yang telah mengalahkan akal sehatnya. Perlahan 1cm masuk menguat bibir kemaluan Jessy… 3cm… setiap urat urat kemaluan Alan mengesek rongga kemaluan Jessy… dan 6cm… terus masuk dan masuk hingga benar benar terbenam didalam dan tertelan habis oleh kemaluan Jessy…
“Saakkit Alan….” erang Jessy yang bersamaan dengan linangan air mata yang mengalir di kedua pipinya. Genggaman kedua tangan yang mencengkram begitu kencang pada lengan Alan, seakan menahan sakit yang tak dapat lagi ia rasakan.
Berjuta sensasi yang sangat berbeda dirasakan oleh Alan. Ketika batang kemaluannya berada sepenuhnya di dalam kemaluan Jessy, terasa seperti remasan demi remasan menyelimuti sekujur kemaluannya. Hangat, basah, nikmat bercampur menjadi satu. Alan memberikan waktu sesaat untuk Jessy dalam menyesuaikan batang kemaluannya yang kini menyumbat penuh dikemaluannya.
“Masih sakit say…” ujar Alan mencoba mengalihkan rasa sakitnya.
“Hmmm.. masih.”
“Boleh aku lanjutkan dan mengantikan sakit itu menjadi rasa yang nikmat…”
“Hmmm… pelan pelan yah, punya kamu besar banget sih.” Ujar Jessy dengan linangan air mata yang masih terlihat bercahaya di matanya.
Perlahan Alan menarik pinggulnya keatas, lalu menekannya kembali. Berulang ulang dan berulang ulang. Setiap Alan melakukan gerakan, wajah Jessy menyeringai menahan sakit. Akhirnya Alan membisikkan kepada Jessy bahwa ia harus menahan sedikit sakit untuk mengapai rasa nikmat yang berjuta juta datang. Jessypun perlahan menganggukkan kepalanya dan memalingkan tatapannya ke kiri bahunya dan..
“Aaaahh… Alaan.” Erang Jessy ketika Alan menarik pinggulnya dan dengan cepat menancapkan kembali batang kemaluannya ke dalam kemaluan Jessy, Terus menerus memompa Jessy dan tak memperdulikan erangan Jessy lagi, sakit atau tidak.
10 menit telah berlalu semenjak rasa sakit itu melanda kemaluan Jessy. Samar samar diantara derasnya hujan yang menerpa diluar sana, terdengar erangan erangan yang lebih menyerupai desahan kenikmatan. Desahan itu tak lain dan tak bukan berasal dari bibir Jessy yang mengatup ngatup tak henti hentinya.
“Sssshhh.. Alan. Sssshhh..”
“Bagaimana sayang…? Bagaimana..?”
“Alan.. ssshhh.. nikkkmaat, enak Alan.. Lebih keras lagi Alan, please.. Ooooh..”
Semakin cepat dan bertubi tubi Alan memompa kemaluan Jessy yang sungguh telah terbuai nikmat itu. Entah sudah berapa kali Jessy mengerang panjang yang menandakan saat itu ia mencapai puncak klimaksnya. Namun tidak bagi Alan sang Kuda jantan Mongolia. Ia tetap menancapkan dan memompa Jessy berkali kali.
Dalam hati Jessy, ia begitu puasnya malam ini berdua dengan Alan dan tersalurkan segala inginnya. Alan begitu kuat dalam mengauli wanita seperti Jessy, sekitar 4 jam mereka nonstop bersenggaman dalam derasnya air hujan yang menerpa. Tak perduli kini jarum jam telah menunjukkan jam 1 dini hari, mereka masih saja memadukan cinta kasih mereka meraung silih berganti erang mengerang memenuhi ruangan department tempat kerja mereka.
Hingga akhirnya saat saat yang dinantipun datang, terasa disekujur lapisan kulit kemaluan Alan berdenyut denyut hebat, hingga pada hentakan terakhir sambil memeluk erat tubuh sintak Jessy dalam pelukan. Alan mengerang panjang dan memuncratkan cairan maninya berkali kali hingga memenuhi setiap jengkal rongga kemaluan Jessy.
Kini mereka berdua tergulai lemas tak berdaya dengan posisi batang kemaluan Alan yang masih tetap menancap dan sisa sisa mani yang masih tetap keluar dari batang kemaluannya.
Sayup sayup mata Alan membuka kecil dan menatap wajah Jessy yang sedang menatapnya sambil memeluk Alan yang masih menindihi tubuh Jessy yang telanjang diatas meja kerja Alan yang kini berantakkan tak karuan.
“Terima kasih yah.. kamu mau memberikan aku kenikmatan yang belum pernah aku terima..” sapa Jessy diselah tatapan sayu Alan.
“Iya.. karena mulai saat ini kita adalah sepasang kekasih di satu departement ini..”
“Dan aku akan dengan setia menemani kamu kerja lembur.. I love U Alan.” Ujar Jessy sambil mengakhiri kata katanya dengan mengecup lembut kening Alan yang merapat di dadanya.

-Agen Judi bola terpercaya

BOKEP BARAT - KONAK SANGE AKIBAT ANAK TIRI

BOKEP BARAT - KONAK SANGE AKIBAT ANAK TIRI Download bokep gratis  - BOKEP BARAT - KONAK SANGE AKIBAT ANAK TIRI   kocokmaniac,blogspot....